04 August 2013

Kehidupan;Be Proud Where You Came From and Stay Fly!

~In the Name of Allah the Most Gracious the Most Merciful~

When I look at my SPM result,I feel like frustated because I did'nt achieve my target,which is straight A's.. Actually deep in myself I really not so confidence with my vision because based on my achievement from form 4,it is quite impossible to get the flying colours result..But meh,all of my friends have the same target, the teachers told us to shoot the same target,the principal keep babbling about the same target..How can I let myself not in the challenge?

I got moderate result because of moderate study and moderate pray to Lord..I try to figure out how to calm myself after seeing my friends,one by one is applying the scholars,MARA,JPA and what-so-ever they can do to grab the chance to fly to oversea..ME??Just watch and crying out loud in my heart..What can I apply with my result??

Oh yes..there is one I applied under JAIK and with education fund from Yayasan Islam Kedah..Course Syari'ah and Islamic Studies at Jordan..Once I felt very delighted because of the chance Lord givin' to me..But still my parents don't allow me..They worry to much about my expenditures if I go there..And yeah,it's normal..Without the guarantee fund from the Yayasan Islam,plus others news that they heard from their friend's lovely son and daughter that suffer from insufficient money to live there,they're very hard to let me flying without wings (cehh)..

And when I checked my UPU result,I got a place at UiTM Kedah,with my targeted course,LAW...So I'm between happy and sad,excited and depressed or being rejoiced or melancholy..I carry my frustated heart to UiTM...Departed from house,nothin' were come out from my mouth..Neither words nor comment doesn't voice out from my lips..Everything in that day was fully controlled with my parents that enjoyed with the offer...The university is nearby my house,and yet I get their expected course(also mine) plus I don't have to be at Jordan dying because doesn't have enough money to live...

I stand at the Merbok,feeling satisfy but like be in hell..Everything starting from the MDS is like "ughhh what the hell??" and when come into class "how can I  catch up with my new friends??" and "what??class repp.?? not again!!" (because so many times I feel suffer holding a post)..And I also feel like wanna goin' back to KI taking STPM...I still can continue in Law actually but still I manage to get better condition with better people there..Yeah that's my impressions towards UiTM Kedah and the people in there...Quite prejudice huh??

But then,the time pass by,and I've learnt a lot even I'm just havin' my time about 2 months there..For the sake of God,I've just feel the awesomeness in UiTM Kedah!(woah over)..The lecturers,the study, the library, the wifi,the friends,the scandals even the cafe's cashier are very pure awesomeness! Maybe there's somethin' like deficiency that UiTM Kedah have,but still I get to manage well my life here..

I was thinking I can't live without the bi'ah solehah,with friends prepared with tarbiah,their mouth always tazkirah and their songs always qasidah(even I don't always listening to qasidah)....But one day I stood still at the corridor and think that all that happen in between the timeline of my life now,everything was compiled well by Lord of the 'Alamin..

Coward butterfly never get out from the cocoon

Sometimes we think our former study place was the best,yeah it's normal when we boarding to new place... We still can't forget the oldies,that we laugh and cry and sing and study together..We can't forget the very nice one teachers that really care about us and sometimes treated us like his/her sons/daughter.. And the best thing we had in the oldschool was the moment we live and havin' fun with school life together with our boyfriends and girlfriends (please don't misunderstand this terms)...

But yet we still have a long journey to go..If we still stick with the old style,we don't have the civilisation in ourself..Just the old and remain old..Somehow we must accept change that happen in our timeline..If we only had happy time everyday in our life,how could we can survive if someday a big obstacles happen??

So Almighty Lord have prepared ourself in this young age,to face the hardness in life..To choose between the good and evil..to know and recognize what is bad and evil..To take the best among the best when making decision..

Whoever don't recognize what is sinister,he or she did not know how to escape from doin' bad meet evil thing...We can't always be angel,and we don't live in paradise..The path that Lord prepare for us is not as easy as fill in the blank when filling the UPU form..If we scare and can't have enough strength to destroy the wall of pain and shame  in our heart,then we are loser!Total loser!

Wake up from sleep..wake up from dreamin'..One place may not simply as nice as the old ones.. Nice bi'ah, friends with tarbiah,everyday with sunnah...But yet still we have to make a decision to be a daredevil.. Not a devil..a DARE DEVIL!

I'm blind,and I use my blindness to defeat evil-DareDevil

Dare devil will run from the hell life,escape from the vices,not joining to do the wicked things!When it comes to good deed,you are the first one who start it..And when it comes to bad deed,you are the one who avoid it..

And the most important among the importants,be happy for what you're doin' now..Don't let the past overshadowed yourself..Don't let the cowardness of being bad guy or mischief girl stopped you from tryin' to know the world better..Neither you are doctor,engineer,lawyer,teacher,philosopher or what-so-ever, nor you will departed for overseas studies,or just having a local studies,still you have to be proud and keep on goin' to stand still on your step to achieve your life's vision and mission!!

Keep calm and say,all is well! :)

#dedicated to all my oldschool friends,which I found most of us very scared about the new life in university and having so much misery when remembering about the moment in KI (sweet la kononnya)

03 August 2013

Destini;Terkena Kejutan di Tengah Jalan

~In the Name of Allah the Most Beneficient the Most Merciful~

"Kau ni dah kena culture shock ni"
"Eh kenapa??"

Dialog kenapa yang selalu nak ditanya kepada penuduh-penuduh sejati...Seakan-akan mereka diberi kuasa untuk menjadi polis yang menghukum orang ini sudah sesat dari jalan Tarbiah...Sedang tidak dilihat pada diri mereka itu apa yang patut diperbaiki,lebih suka mereka melihat kesilapan orang lain dan memperbesar-besarkan..

Kenapa dicop sebagai culture shock??

-Dulu senyap,sekarang dah bising
-Dulu tak menonjol,sekarang dah market
-Dulu blur,sekarang gangster
-Dulu malu-malu,sekarang dah boleh hangout

Boleh juga berlaku situasi ini :

-Dulu nakal,sekarang geng surau (insaf)
-Dulu suka Avenged Sevenfold,sekarang Ya Hanana
-Dulu suka maki,sekarang senyap kalau bersuara pun ayat ala-ala tazkirah
-Dulu suka mengorat,sekarang tunduk bila jumpa perempuan

Dan dua tiga ratus jenis lagi alasan-alasan lain ciptaan manusia...Pastinya orang yang terkena culture shock ini terjebak dalam salah satu antara dua situasi di atas,sama ada culture shock yang baik ataupun yang tak baik... Tapi yang pasti lidah manusia pasti menggulung ayat-ayat yang menyakitkan hati untuk didengar...

"Kau dah sosial lah sekarang"
"Ohh dah pandai berkaraoke sekarang ye"
"Dah jarang nampak muka kau kat surau sekarang"
"Ehh nak tunjuk baik la tu...Macam aku tak tahu kau macam mana kat sekolah dulu"
"Dia tu dulu selalu buat masalah....Jangan percaya sangat...Alim-alim kucing je tu"

Ketika di sekolah dulu,bila terdengar cerita bekas-bekas senior yang hanyut,playboy,so Sial,fesyen pelik- pelik,perangai lagi lah pelik,terfikir juga kenapa mereka ini tak istiqamah dalam mengamalkan tarbiah.. Tarbiah sepatutnya tidak ditinggalkan 'pakaian'nya tersangkut di locker asrama tapi perlu dipakai dan dibawa ke mana-mana...

Sering juga mempertikai keadaan dan menghukum diri mereka itu sudah hanyut dan jahat kerana meninggalkan sisa-sisa tarbiah yang mereka pelajari dan hayati suatu ketika dahulu.. Mereka sudah dianggap gagal dan terjelepuk jatuh di tengah jalan..

Namun ketika diri ini tercampak di bumi yang hanya dua tiga orang peneman tarbiah di dalam diri, tidak ada bi'ah solehah yang khusus untuk menghidupkan sunnah...Tidak ada badan dakwah yang aktif dalam menghidupkan semangat beramal soleh secara berjemaah...Bahkan ruang untuk bermaksiat dan lari daripada jalan Tuhan dibuka seluas-luasnya...

Ya lah,mana ada sangat orang yang nak ingatkan kalau kau tertinggal solat atau kau tak solat pun..Mana ada orang yang nak tegur kalau nampak kau berdua-duaan dengan bukan mahram..Tambahan lagi, tak ada orang yang nak offer diri menerangkan hukum-hukum dan fiqh remaja terutama dalam bab sosial dan cinta.. Kalau terjerumus dalam lembah cinta dusta pandai-pandailah berenang balik ke tepian..

Ada itu tetap ada,tetapi golongan itu tidak ramai...

Maka apabila duduk,biar duduk bersama orang-orang yang sudi ingatkan diri kepada Allah... Apabila berjalan,pastikan berjalan dengan orang-orang yang tahu syari'at Allah..Apabila bersembang, cari orang-orang yang mampu bercakap tentang perkara yang mengingatkan kepada Allah..Kalau tidak mampu sepanjang masa,cubalah sekali-sekala..

Setiap orang tidak sama,jangan menghukum semua orang perlu jadi macam kita
Jangan mudah menghukum orang lain culture shock,atau diri sendiri culture shock...Kita bukan di zaman sekolah yang mudah kita kenali perangai dan fe'el orang..Dahulu di sekolah kita dibesarkan dengan persekitaran yang sama dengan sahabat-sahabat kita,kini melangkah ke universiti,kita diperkenalkan pula dengan sahabat-sahabat yang pasti mempunyai sifat dan sikap yang berbeza,dan kita didedahkan dengan persekitaran baru yang nyata berbeza dengan sekolah dahulu...

Maka tidak perlu menuding jari dan meluruskan lidah sambil menggulung ayat : "Dia tu dah kena culture shock,hanyut dah dia tu"

Apa salahnya ambil sedikit masa untuk mengenali personaliti suspek culture shock kita.. Kenal gaya dia bagaimana...Di sekolah dahulu bagaimana..Persekitaran yang dia hidup selama ini bagaimana..Apa yang dia suka,apa yang dia benci...Fikrahnya benar,atau pegangannya salah dalam menentukan jalan hidupnya..

Dulu,di bumi itu,aku dididik supaya 'menghindar'kan muslimat...Sedaya upaya tidak bercakap,elak bila berjumpa,bila bergaul dilarang sama sekali ketawa,lagilah tak boleh kalau secara peribadi berhubung bermesra..

Di bumi itu,aku juga diajar supaya mengamalkan sunnah Rasulullah s.a.w..Selalu berjubah berserban di kepala..Tidak lekang Al-Quran dan ayat-ayat tazkirah...Tidak lupa ada liqa' memperingatkan sesama sahabat tentang hak-hak kepada Allah dan hak-hak kepada manusia..Dituntut supaya Hormat-menghormati sesama sahabat, guru,pengetua,makcik kantin,pakcik tukang kebun bahkan kepada kerani yang selalu jual ayam percik kat belakang asrama..

ah,sudah pasti bumi itu bukan bumi yang sempurna..Bumi itu cuma bumi bertuah,melahirkan insan berjiwa tabah...Pasti masih ada kelemahan dan kecacatan dalam proses mengajar dan mengamalkan tarbiah..Maka apabila ditakdirkan Allah untuk menapakkan kaki di bumi yang baharu,aku menyusun strategi supaya masih tidak hanyut namun pastinya tidak perlu mengulang sebijik sama macam di bumi itu..

Karena bumi baharu ini bukanlah bumi itu...Suasananya lain,bi'ahnya lain,orang sekelilingnya lain, tarbiahnya lain,fe'elnya lain,kegemarannya lain,flownya lain...Adakah perlu ikut semua trend yang menjadi kesukaan biasa orang-orang yang baru mengenal alam kebebasan daripada kekangan peraturan,warden dan asrama??

Orang couple,kita pun gatal  mencari couple...Orang dating,kita pun gedik cari pasangan ajak dating di tepi tasik biawak..Orang hangout,kita pun galak cari port-port menarik nak buat projek khas...Tak salah couple, tapi biar berlandas syari'at,hubungan jaga,banyakkan doa,tingkatkan usaha dalam nak memilik dan mendidik dia..

Tak salah dating,tapi kalau berdua-duaan,pasti membuka luas ruang untuk maksiat...Maka dating tukar jadi meeting,duduk biar dalam bilangan dan keadaan yang sedaya-upaya menutup pintu fitnah... Tak salah hangout,tapi kawal diri jangan overdose dengan keseronokan berjimba...

Culture shock mungkin boleh berlaku pada semua orang...Tapi biar kita tidak menjadi orang yang mudah menghukum dan menuduh orang lain culture shock...Lagi malang kalau kita ini suka bercerita yang orang lain sudah hanyut...Sedangkan kita masih belum lagi bermula untuk mengenali siapa suspek kita itu...

Pakaian tarbiah itu bukan hanya berserban berjubah,tetapi mendidik hati agar dekat dengan Rabbnya..

Acuan tarbiah itu tidak semesti dengan gaya manis-manis manja,tetapi dibentuk dengan ketegasan memelihara syariatnya..

Lepasan tarbiah itu,ayat-ayatnya tidak perlu tersusun bak ceramah atau tazkirah di masjid, tapi cukup untuk menyentuh jiwa-jiwa para pencari Tuhan..

Andai dia akhi yang memakai jeans,berkaraoke,bergaul rileks dengan semua orang,apa salahnya meletak husnuzhon bahawa dia adalah seorang yang sporting dalam diam..

Andai dia ukhti yang berjubah dalam cardigan,bershawl,suka bersembang  dengan semua orang,apa salahnya melekapkan sangka baik pada dirinya bahawa dia sebenarnya mudah mesra...
Harapan itu ada buat orang berdosa yg masih beriman

Ahh andai semua tempat hanya ada orang-orang yang tidak sudi bertegur sapa antara satu sama lain, hilanglah seri dalam mengenali fe'el manusia..Andai semua orang hanya tahu bercakap skema sambil suara rendah dan tak berapa nak melayan,hilanglah seni dalam bergaul dengan manusia...Andai semua orang hanya tahu lepak di bilik sambil online dan bertweet bukan-main-lagi-kaww(kat luar senyap sangat), hilanglah komunikasi berkesan dalam memahami hati manusia...kerana tidak semua yang disosialkan dalam laman sosial itu dapat menjadi indikator untuk meletakkan manusia itu jenis yang macam ini,atau yang macam itu..

Janganlah hidup didalam bayang-bayang sekolah dahulu hingga tak mampu bertahan dengan bahang perubahan gaya hidup sekarang...Biar diri tetap dengan gaya sekolah dahulu,cuma cara itu yang mungkin perlu berubah..Asalkan jangan biarkan diri itu hanyut ditenggelam arus hedonisme yang amat kuat dan dahsyat..

Yang tahu diri kita sebenarnya,hanya kita dan Tuhan kita..Semua orang boleh berubah,bezanya perubahan kepada kebaikan atau kejahatan,itu adalah pilihan kita..Culture shock mungkin boleh berlaku kepada sesiapa sahaja,tapi itu bukan tanda kita sudah di'buang' daripada jalan tarbawi Rabbi..

Tidak semua orang mampu menerima cara kita,maka tetaplah dengan cara kita selagi tidak menyebabkan iman kita binasa...Tidak semua orang mampu menyukai kita,maka tetaplah dengan gaya kita selagi mana orang yang membenci itu tidak sampai berpuluh beratus berjuta....Tidak semua orang mampu memahami diri kita,maka berilah ruang untuk mereka mengenali personaliti kita dan jangan cepat patah hati dan putus asa andai ada suara-suara yang sudah menghukum "KITA INI SUDAH HANYUT"..

Dunia ini terlalu luas untuk diterokai,dan manusia itu terlalu kompleks untuk difahami~


28 June 2013

Tarbawi;Murtad Dari Jalan Tarbiah


Dulu,dia keras menentang sebarang bentuk perjumpaan tanpa sebab individu berlainan jantina di sekolahnya..Tanpa mengendahkan apa jua alasan dan sebab mereka berbuat sedemikian,dia tetap menegaskan larangan sebarang perbuatan yang melibatkan dua jantina kerana dianggap itu ikhtilat..Ikhtilat adalah pergaulan tanpa batas yang mengundang fitnah antara lelaki dan wanita..

Dia menyertai satu kelab,yang sering mengundang kontroversi kerana kehidupan ahli kelab itu yang bertentangan dengan adat dan uruf' yang dipraktikkan di sekolahnya...Bi'ah yang menekankan pentingnya menjaga pergaulan antara lelaki dan wanita...Seboleh-bolehnya mahu dielakkan langsung pertembungan atau sebarang pertemuan di antara dua jantina itu...Jika ada sesiapa yang ternampak kumpulan lelaki dan wanita yang sedang melakukan perbincangan,pasti akan timbul bisikan dan usikan nakal...bahkan lebih teruk mencetuskan jemputan nasihat percuma daripada 'alim ulama' sebatch dengannya...pasti nasihat tentang ikhtilat yang disajikan...

Kelab itu,berlawan arus dengan uruf dan adat di sekolahnya...Dia tidak mampu bertahan dengan keletah dan kelaku rakan-rakan yang sama kelab dengannya...Mereka berbincang bersama,ketawa bersama malah kadang-kadang bersembang tentang daily life masing-masing bersama...Ini bukan cara dia...Dia cuba menasihatkan kepada rakan-rakannya itu supaya sedaya mengurangkan pergaulan lelaki dan perempuan, yang dilihatnya terlalu berlebihan..Tambahan lagi,dia sering ditujah dengan persoalan oleh orang luar daripada kelab itu tentang sikap rakan-rakan sekelab yang dilihat terlalu over dan ekstrem dalam bergaul antara lelaki dan wanita...

Ahhh dia hampir sahaja bergaduh hanya karena berselisih pendapat dengan rakan-rakan kelab itu..Namun padanya dia merasakan biasa sahaja,group discussion,takkanlah semua nak kena tunduk pandang meja suara rendah muka ketat serius saja masa berbincang..Sedang nak beli nasi lemak di kantin pun sempat mengayat makcik jaga kaunter ketika nak bayar harga,inikan sebuah perbincangan yang agak rumit dalam merungkai isu dan mencari fakta serta mengukuhkan hujah,kalau dijalankan secara serius seperti mesyuarat PIBG,alamat hilanglah mood berbincang..

Dia dilemma,entah apa yang perlu dibuat..Pasti kalau dia mengikut kerenah rakan-rakan sekelab itu, dia akan dipandang serong oleh rakan-rakan yang lain,yang sudah tentu menguasai majoriti dalam membentuk persepsi 'siapa dia' di mata ahli batch yang lain...Dia tidak mahu dituduh terlalu sosial, cuma bergaul dengan puak mereka,ikhtilat melampau,tak tahu control gedik depan perempuan,yang mana sering sahaja rakan-rakan sekelabnya itu dilempar dengan jenama itu...

Kononnya dia mahu menjadi satu-satunya ahli kelab itu yang bagus,tsiqah, hebat dalam tarbiyah,perform dalam usrah,cemerlang dalam peranan sebagai ahli kelab itu...Ya dia mahu dilabel sebegitu...Lantas dia mengambil keputusan memencilkan diri daripada kelompok rakan-rakan sekelab itu..Dia lari daripada mereka..Bila berjumpa,pedas dia melontarkan ayat-ayat jenama kutukan biasa kepada rakan-rakannya tanpa menyedari dia sebahagian daripada mereka..Dia merasakan dirinya lebih baik dalam tarbiyah berbanding mereka,apatah lagi sekarang dia juga meletakkan dirinya terbaik dalam peranannya dalam kelab itu..

Tetapi dia terasa tersisih,atau sebenarnya dia menyisih....Rakan-rakan sekelabnya tika mengajak dia untuk latihan bagi menyiapkan diri menghadapi pertandingan,dia merasakan mereka ini saja ingin melemparkannya di dalam jurang kebinasaan..Ok agak over...Dia merasakan mereka ini ingin mengajak dia bergelak tawa dengan ahli kelab perempuan,membuka ruang fitnah untuk dia dan paling dikhuatiri, mereka ini ingin meletakkan dia sama jenama dengan mereka..Dia menolak..Dia tidak mahu dicop seperti mereka..

Akhirnya yang tinggal padanya kini hanyalah skill yang berkarat bersama kelebihan yang mereput... Dia seakan-akan terpana dengan kemampuan rakan-rakannya untuk menonjol lebih bagus..Entah apa yang dia mahu luahkan untuk dirinya sekarang ini,hanya cemburu dan dengki melihat rakan-rakannya terlalu hebat berbanding dirinya yang sering sahaja perasan dan syiok sendiri...Dia menjadi lebih marah... Walaupun cuba diajak secara diplomasi oleh rakan-rakan sekelabnya namun dia tetap ego menolak..Dia memencil dan akhirnya mengisytihar bahawasanya dia tidak ada kena mengena lagi dengan kelab itu sekarang walaupun masih dianggap sebegitu oleh rakan-rakan sebatch yang lain..

Sekarang kakinya menapak di bumi yang lain...Dia sudah menjadi seorang daripada keluaran bumi lamanya dahulu..Dia menyusun matlamat dan halatuju walaupun seringkali diuji Tuhan dengan pelbagai tribulasi... Dia datang dengan separuh hatinya lumpuh untuk membawa harapan kerana bumi itu bukan pilihannya.. Dia ingin meletak kasutnya di tanah yang lain,bukan disitu..Namun apa daya,itu yang Tuhan tetapkan untuk dia.. Dia cuba menerima..

Bumi bukan pilihannya itu,berlainan dengan tempat dia dididik dahulu..Tempat dahulu itu penuh dengan mutiara...Bi'ahnya terpelihara,tarbiahnya terjaga...Daripada penguasaan ilmu-ilmu asas agama, kepada ilmu-ilmu sampingan dunia,dia dibekalkan dengan perkara-perkara itu..Ironinya bumi baharu sekarang ini dia melihat pusingan 180 darjah kali dua..Hampir segala-galanya berbeda,cuma sedikit yang sama..Itupun dia rasa bersyukur dengan informasi bahawa bumi baharu itu adalah bumi yang agak terjaga pembangunan syakhsiyyah dan agamanya...

Dia duji sekali lagi,dengan serangan ikhtilat yang paling dia anti dahulu..Dia teramat janggal untuk bergurau dengan perempuan walaupun memang ada dia pernah lakukan sebelum menjejak di bumi itu.. Namun bagi perempuan yang menyudikan diri untuk memulakan dialog disulami dengan usikan dan kemesraan, dia pelik...Hampir sahaja setiap kali bersembang dengan perempuan-perempuan itu, dia merasakan gementar dan bersalah pada dirinya...

Ya..Dirinya yang sangat anti pada benda-benda itu dahulu...

Dia merasa yang dia sudah murtad tarbiah...

Duduk satu meja dengan perempuan yang ramai,walaupun sebelah lelaki,tetapi perbincangan yang diadakan hangat bagai reunion kawan yang sudah lama tak berjumpa..Sambil-sambil menggoogle fakta, dia terkadang ditanya kisah kehidupan sehariannya..Selalu juga dikorek rahsia kehidupan di bumi lamanya..Ada juga yang meminta pendapat dan ada juga yang cuba berlawan kata dengan dia...Dia tidak mampu mengukir tawa ketika ahli kumpulannya ketawa bersama kerana di lubuk hatinya terasa berat sangat dengan ujian murtad tarbiah ini..

Suatu hari,dia duduk di koridor menghadap langit...Cuba membaca hikmah tersirat melalui tulisan angin kering berhabuk yang bertiup di atas lapisan jerebu...Dia merenung sedalam-dalam...Memahami dirinya sendiri yang sering dinafikan keputusan demi persepsi orang..Dia menyelam ke dasar hatinya yang sering berbisik namun tidak diendahkan...Dia berlagak bertenang melalui riak wajah kosong yang terbentuk di mukanya...Dia melakar satu monolong di dalam jiwanya...

"Wahai hati,dahulu kau sering ditipu oleh persepsi orang ramai,engkau menafikan apa yang boleh memuaskan dirimu sendiri....Engkau dulu cuma inginkan pujian,tapi tak tahan dengan ujian... Engkau menuduh hati-hati lain rosak teruk dan busuk dengan masalah kecil dan remeh,padahal kau sendiri punya sama rasa dengan mereka...Engkau sengaja inginkan masyhur,engkau tinggal hati-hati yang ingin mengajak engkau bersatu atas dasar minat yang sama...Engkau itu dahulu wahai hati"

Dia menelan air liur...Pedih terasa di saluran esofagusnya...

Dia bermuhasabah,rupa-rupanya selama ini dia hanya menghukum,dia bukan menilai.. Hukum adalah cara kedua dalam tarbiyah,sedang menilai itu cara utama...Dia belajar bahawa keadaan dia di bumi sekarang adalah bukan kerana perempuan-perempuan itu mahukan ikhtilat bersama dia..Namun cuma sikap mudah mesra dan tidak sombong oleh mereka..Maka dia diajak bersembang...Mereka semua dan dia sendiri tidak minat dengan suasana serius,maka santai menjadi pilihan ketika berbincang..Sekurang-kurangnya dirinya terjaga daripada diajak dating atau couple oleh perempuan-perempuan itu..Bukankah itu tanda mereka menghormati dia yang ada tarbiyah??

Nasib mereka tidak sama dengan dia..Dia ditentukan termasuk di dalam kelompok yang menyediakan penarafan ilmu dan komponen tarbiyah yang lebih advance berbanding mereka yang lain.... Dia seharusnya rasa beruntung kerana tidak rebah dengan culture shock yang sering melanda pejuang tarbiyah.. Dia sepatutnya rasa bangga diterima bukan dicop dengan persepsi buruk yang tipikal terhadap ustaz-ustaz keluaran bumi tarbiah...

Dia mempasakkan tekad..

Sudahlah dengan kesilapan dan kerugian yang dia alami di bumi dahulu..Hanyasanya dijalankan tindakan itu atas dasar ikut naluri,ikut cakap orang,ikut pandangan orang...Bukan untuk kepuasan dan kelegaan hatinya sendiri...Maka dia berpesan,wahai hati,andai engkau mahu melakukan sesuatu selepas ini, pastikan engkau buat kerana engkau ingin puas sendiri,bukan kerana puji..Kerana apabila sebabnya puji,engkau akan rebah bila diuji,tetapi apabila sebab kepuasanmu wahai hati,engkau tetap terus berdiri walau diuji...

Tetapi jangan lupa wahai hati,jagalah dirimu agar engkau tidak murtad daripada jalan tarbiyah... Engkau tidak menjadikan alasan malas dan ingin membalas dendam atas tidak punya peluang semasa di bumi lama dahulu,lalu engkau melanggar batas-batas yang engkau sendiri tahu..Dan wahai  hati, selepas ini nilailah orang lain dengan matamu,jangan melalui saluran mata di wajah itu yang terdapat blind spot,kerana ditakuti  engkau akan buta sekali lagi dalam meletakkan nilaianmu,seperti dahulu...

"Moga-moga selepas ini diri tetap teguh melangkah,kali ini dengan tarbiah,dan dengan hati yang mampu membedakan keburukan dan kebaikan orang lain dengan tepat..Bukan atas dasar cakap-cakap orang atau kerana menganggap diri sendiri sudah terbaik,dan menghukum orang lain jahat...Tarbiyah kali ini bukan lagi tarbiyah bumi lama,kerana tidak semua yang di sekelilingmu sama tempat dengan engkau dahulu.. Engkau perlu bijak dalam aplikasi untuk diri dan orang disekelilingmu,agar engkau bukanlah di kalangan mereka yang perasan warak,alim la sangat atau syiok sendiri"

Dia berdoa,kemudian melepaskan nafas lemah sambil terbatuk kecil...

"Murtad dari jalan tarbiah??Tidak..Engkau cuma diuji kecil oleh Tuhan...Supaya engkau sedar dirimu bukanlah pada tahap terbaik lagi..Engkau masih memerlukan manusia lain untuk melengkapkan tarbiyahmu.. Engkau masih perlu memahami situasi-situasi ikhtilat sebenar..Engkau masih perlu belajar menangani realiti hidup yang tak semua yang berada dikelilingmu sekarang dan nanti adalah dari kalangan mereka yang ada tarbiah,ustaz-ustazah,'alim ulama'...Jangan biar mereka rosak,jangan biar engkau rosak.. Engkau sebenarnya ditunjuk jalan oleh Tuhan supaya menunjuk jalan kepada hambaNya yang lain" 

Bukan Tuhan ingin kejam denganmu,dia cuma ingin kau lebih kuat berbanding masa lalu, sedar akan kesilapanmu,lalu lakarlah harapan yang baru..

Harapan itu masih ada,kata engkau pada dirimu...

Ya...Jalan kita sekarang tidak sama...Ujian setiap kita berbeda..Tetapi kita punya matlamat yang sama, meraih surga dan redhoNya..Maka adakah kita mahu sahaja menjadi orang yang perasan diri sudah hebat tarbiah??Apa guna bermimpi ingin menjadi helang,andai ujian sebesar pipit pun tak tahan~


26 May 2013

Kehidupan;Siapa Lebih Sempurna?


"Eh kau nak ambik course Law??Lawyer dah la banyak makan rasuah??"

"So aku akan jadi Lawyer yang tak makan rasuah"


Dialog ringkas yang terkarang di dalam hati setelah mendengar komen rakan yang bertanya tentang perjalanan masa depan selepas ini..Tapi tak mampu diluahkan memandangkan tak mahu memanjangkan pergaduhan.. Jadi aku lakarkan tulisan ini agar ia boleh berkata-kata kepada manusia-manusia tipikal di dunia ..

Ambil Medic dan engineer sahaja terjamin kerja..atau pergi oversea sahaja terjamin akademik..Law?? Mesti susah dapat kerja..Sudahlah rasuah banyak..Sebelah kaki dah bertapak di neraka...Agama??Untuk orang-orang yang sudah tak punya pilihan saja...Duit banyak,pergi Mesir...Kalau minta tajaan??Jarang orang minta jurusan agama...Keluar nanti jadilah ustaz-ustazah yang berceramah di surau-surau...berdakwah di kampung-kampung...

Sungguh,persepsi itu persepsi tipikal..

Sungguh,pemikiran itu pemikiran jumud...

Sungguh,fikrah itu fikrah sempit...

Kenapa tidak dibicara hal membina iman dan taqwa sebelum memilih jurusan..Kerana tanpa iman dan taqwa, seorang doktor bisa saja memilih untuk melakukan pembedahan plastik atas dasar gaji bagi yang pakar dalam bidang itu paling banyak berbanding yang lain..Tanpa rasa hidup berTuhan seorang engineer boleh saja menggunakan bahan-bahan murah dalam projeknya tetapi mengecas dengan kos yang tinggi... lebihan duit??Masuk dalam poketlah..

Hensem tak??Dr.Lecter ialah doktor kanibal dalam CSI Hannibal..kegemarannya masak paru-paru~
Lawyer sudah pasti mengambil rasuah membela yang salah apabila tidak ada rasa khauf (takut) sebagai fitrah hamba...Cikgu sudah pasti mengajar secara sambalewa malah memesongkan anak didiknya daripada mengenali Tuhan apabila tidak mendidik dirinya dahulu dengan agama...Orang agama,ustaz ustazah lulusan PhD.Al-Azhar sekalipun masih mampu mendapat taraf ulama' suu' (ulama' jahat) apabila menyelewengkan manusia daripada Allah dengan ilmu-ilmu agamanya...

Tidak membezakan manusia itu dengan jurusan apa yang diambil untuk masa depannya.. Andai tidak ada iman di dalam hati,nescaya sifat amanah itu terhakis daripada diri seorang doktor,engineer, lawyer,cikgu, kaunselor,ustaz,ustazah atau apa sahaja...Andai ada taqwa di dalam jiwa,tukang sapu sampah pun mampu menjadi lebih mulia daripada artis yang sudi merelakan diri bergelumang dengan maksiat dan dosa...

Lagipula,adakah doktor hendak berkahwin tidak memerlukan qadhi?? Adakah engineer yang bergaduh dengan isterinya kerana sering bekerja lewat,apabila dituntut cerai tidak memerlukan lawyer?? Adakah Perdana Menteri sudi meluangkan masa mengajar anak-anaknya subjek akademik dan tidak memerlukan cikgu??Lihat perbezaan ini menjadikan kita mempunyai kekurangan dan kelebihan sendiri..Dan itu menjadikan masing-masing melengkapkan yang lain sehingga menjadi sempurna..

Jangan kerana hanya jurusan itu dipandang tinggi,menghalalkan diri kita untuk bongkak dan berlagak dengan orang lain..Bahkan siapa mampu jamin diri boleh bertahan dengan ke'tough'an study semasa di universiti.. Ramai sahaja yang aku dengar berhenti di tengah jalan sebab mengalah dengan cabaran jurusan-jurusan kritikal ini..

Pilih ikut kemampuan,bukan ikut cakap orang..Jadilah doktor,engineer,lawyer,cikgu,ustaz,ustazah,kaunselor, arkitek,mekanik dan apa sahaja,tetapi biar beragama..Tanpa agama,pangkat yang ada pada pangkal nama, Dr.,Ir,YB,YAB,DYMM,Profesor itu hanya hiasan yang mendebukan amalan hidup sahaja....

Pilihlah jalan yang boleh menjadikan kamu penakluk dunia,penakluk hati-hati manusia..Dan yang membawa kamu ke jalan menuju syurga..Moga terus kuat untuk menjadi doktor yang ikhlas dan amanah,engineer yang cekap dan bertaqwa,lawyer yang jujur dan adil,cikgu yang mulia dan berwibawa,ustaz yang kuat usaha dan tidak mudah putus asa,atau apa-apa sahaja yang mampu menjadikan kamu 'somebody',asal masih ada rasa diri ini hamba..Hamba Allah..

Morsi,antara ketua negara yang menghafaz 30 juz Al-Quran..Kita ada??
Terpenting,biar mimpi kita untuk menjadi 'somebody' suatu hari nanti,disempurnakan dengan taqwa dan agama di dalam diri...Maka baharu kita mampu merealitikan cita-cita itu untuk dunia dan akhirat kita..Apalagi yang kita mampu lakukan melainkan menjadi kerjaya sebagai ladang tanaman amal ibadah untuk tuaian di akhirat nanti...

"Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia 
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia 
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu 
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu 

Maafkan mereka, mereka tidak tahu 
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti 
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati"


21 May 2013

Itu Ini;Kenapa Aku Nak Sangat Pergi Jordan??

-In The Name Of Allah,The Most Beneficient,The Most Merciful-

Semalam (21/5/13) bumi menjadi saksi banyak hati-hati yang sedang menangis walaupun muka nampak bengis...Result MARA dah keluar la katakan,ada yang dapat tu seronoklah..Yang dapat apa yang dia tak minta pun ada juga...Yang tak dapat tu la menangis walaupun tak keluar airmata tapi banjir kilat dalam jiwa..

Baik,oleh kerana aku memang tak dapat interview MARA,maka tak ada keperluan nak cerita pasal MARA.. Tapi aku juga bercita-cita untuk terbang tinggi membelah awan meninggalkan tanah Melayu yang indah permai ini...Aku buat permohonan ke Jordan melalui Jabatan Agama Islam Negeri Kedah atau nama manjanya JAIK...Alhamdulillah diterima walaupun bukanlah panggilan pertama,kemudian dapat pulak interview bantuan pinjaman pelajaran daripada Yayasan Islam Negeri Kedah untuk permohonan belajar di Jordan...

Kenapa aku sanggup cari jalan juga untuk ke Jordan,padahal patutnya dah putus asa sebab tak dapat bantuan pinjaman MARA tu...Nak cerita susahnya,mula-mula sekali kena bayar RM 350 untuk terjemahan sijil dan deposit wang untuk pendaftaran..Kemudian kena buat pasport dan medical checkup yang jumlahnya minimum RM200...

Tak campur duit minyak lagi,minyak mahal sekarang ni..Permohonan memang diterima sebab kuota untuk negeri Kedah dah tetapkan dan aku termasuk dalam kuota tu..Jadi kena sediakan duit tiket flight dalam RM2000++...Seterusnya duit untuk permulaan belanja di sana lebih kurang RM3000++ perlu dibawa...Nampak tak susahnya??Kalau MARA dia akan tanggung semua bahkan bagi duit untuk belanja sendiri dalam RM5000++ sebagai permulaan sebelum berlepas agaknya..

My face when big boss and big mama don't give permission to pursue my study  at Jordan~
Nampak tak keberuntungan budak-budak MARA atau JPA??Sebab itu mereka yang dapat interview begitu mengharap..Bila tak dapat meroyan (sesetengah sajaa) haha..Sabarlah...Itu bukan rezeki untuk kita.. Mereka yang dapat MARA dan JPA tu boleh bajet hot hari ini,mungkin masa untuk kita bajet hot hari lain.. Gembira mereka hari ini,kita berduka,kita gembira hari lain nanti,mungkin mereka pula ada masa duka..acewah!

Apabila sebut oversea,perkara yang perlu difikirkan untuk pertama kali adalah kenapa kita nak sambung study di luar negara??Bukankah Malaysia adalah negara yang aman damai sentosa tanpa sengketa..Ceh..
Malaysia lagi selesa,dekat dengan rumah,faham bahasa penduduknya,tahu ragam masyarakatnya, murah perbelanjaan harian dan yuran universitinya..Kenapa masih pilih nak sambung study luar negara??

Terfikir juga apa pasal nak sangat pergi oversea atau kalau aku,nak sangat pergi Jordan..Adakah kerana nak main salji??Atau semata-mata for the sake of fame??atau bahasa ibundanya kerana nak masyhur,disebut-sebut nama oleh orang kampung..Atau balik boleh berlagak dan bajet hot??Atau nak upload gambar di Instagram dengan unta atau tengah buat ais kacang dengan salji?? Kalau begitu,mari tajdid niat!

Aku,kalau terpilih untuk ke Jordan,dan kalau mendapat keizinan dan restu daripada ibu ayah (masalah paling besar ni),maka ini adalah alasan kenapa saya terlalu keinginan keteramatan hendak ke Jordan :

-Aku akan dapat peluang menguasai Bahasa Arab dengan baik di sana,kerana penggunaan bahasa Arab oleh penduduk Jordan agak bagus berbanding Mesir yang bahasa 'ammi(pasar) yang agak kureng dan terlalu ramai pelajar Melayu (sampai boleh buat kampung Melayu katanya) di sana,jadi bila nak cakap Arab??

*Tapi jangan marah pulak siapa nak pergi Mesir tu..hehe Mesir bagus juga.adaUniversiti Al-Azhar As-Syariif dan tempat pengajian yang ulung dan lama,senang kata legend la...jadi tak ada masalah,pergi saja...tapi aku tak prefer Mesir untuk degree~

-Aku dapat peluang untuk bertalaqqi dengan syeikh-syeikh besar di sana dalam bahasa Arab,mendengar khutbah dalam bahasa Arab disamping mengikuti kuliah universiti di mana menghimpunkan pensyarah-pensyarah daripada Jordan,Syria,Yaman,Dimashq,Mesir dan bertaraf PhD.Jadi ilmu yang dapat digarap pastinya mantop dan belajar cara pemikiran yang pelbagai..berbanding khutbah di Malaysia yang kebanyakannya kaku dan tak ada isi menyebabkan jemaah mengantuk saja~huhu

*Dan aku prefer untuk mengaji pondok lebih daripada Universiti kalau bidang agama...Makna kata belajar agama secara tak formal daripada memilih untuk berdegree dalam bidang agama di Malaysia..Bukan maksud aku merendahkan taraf Uni.di Malaysia tetapi ini cara aku~

bandar Amman,Jordan..
-Aku boleh melihat suasana kehidupan masyarakat Arab yang pastinya berbeda di Malaysia.. Belajar situasi dan menghadapi kerenah masyarakat yang sesetengahnya kasar dan bukan bersopan santun seperti rakyat Malaysia..Orang Arab juga suka memandang rendah kepada pelajar-pelajar Asia tambahan di negara maju seperti Jordan..ini cerita senior ok,aku tak pergi Jordan lagi..

-Aku boleh belajar berdikari dan mematangkan hidup dengan pengalaman menguruskan diri di sana... Perabot di rumah sewa perlu dibeli setibanya di sana,masak sendiri...Kalau nak pergi kelas pandailah  cari coaster(bas mini)...Cuti semester pula boleh pergi bertalaqqi di Yaman,Mesir ataupun sekitar Jordan..

Haa kan untung daripada duduk Malaysia cuti semester nganga kat rumah saja...Tapi banyak je pondok turath untuk ditadah ilmu agama daripada tok-tok guru...Cuma peluang bertalaqqi dalam bahasa Arab dengan syeikh-syeikh besar susah nak dapat(memang tak dapat pun) di Malaysia la..

-Peluang kerja??InsyaAllah orang yang belajar agama banyak jalan untuk dapat kerja..Aku prefer Syari'ah pengkhususan Fiqh Wal Usul untuk belajar di Jordan dan untuk kerja,aku boleh apply untuk jadi editor Syari'ah syarikat-syarikat buku besar ,ataupun jadi selebriti tv (haha!) atau boleh apply kerja bank sebagai syari'ah Advisor..

Kalau score pointer tinggi mungkin akan ditaja oleh syarikat-syarikat besar antarabangsa untuk bekerja, contohnya Ustaz Hasrizal Abd.Jamil yang ditaja Abu Dhabi Foundation untuk jadi Minister of Religion di Ireland...Boleh juga sambung master (yang aku prefer di Mesir) dalam pengkhususan Fiqh Mu'amalat untuk kerja di bank,atau Qanun Syari'ah untuk kerja dalam bidang undang-undang dan banyak lagilah..

Itu sedikit sebanyak kenapa aku teringin sangat nak ke Jordan..Tapi harapan itu hancur setelah tak dapat keizinan daripada  Big Boss dan Big Mama...Hati menangis jugak walaupun muka bengis..hehe apa boleh buat, tak ada rezeki sekarang,mungkin lain kali..Tak ada peluang hari ini,mungkin lain hari...

Sahabat-sahabat yang tak ada peluang fly ke oversea juga,jangan sedih jangan kecewa... Biarlah mereka yang dapat rezeki itu bajet hot untuk sementara...haha di oversea tak semestinya terbaik..MARA kena bayar balik,tak score pointer kena tarik bantuan pinjaman...JPA ada kontrak kerja dengan kerajaan...Yayasan dan zakat pun sama,tak score kena tarik balik...Risiko untuk mereka tetap ada..

teringin nak buat bungee jumping macam lembu ni~
Pergi ke oversea bukan kerana kemasyhuran,bukan kerana nak bajet hot dengan orang kampung.. Balik bawa manfaat pada ummat..US,UK,Jordan,Mesir atau mana saja,amanah yang kamu tanggung kalau pergi dengan biasiswa bukan senang..Duit itu duit rakyat yang dibelanjakan untuk belajar,kalau guna untuk berjoli tunggu saja balasan tiada keberkatan dalam perjalanan study kamu di oversea..

Yang study di Malaysia, bukan bermaksud kita tak mampu jadi lebih baik daripada mereka..Bahkan peluang kita untuk menonjol lebih baik daripada mereka terbuka luas daripada mereka..Mungkin kita tidak boleh main salji,naik unta,buat istana pasir di gurun sahara,tangkap gambar tengah bungee jumping di New Zealand,atau pacak bendera Malaysia atas menara Pisa...Tetapi yakinlah dengan sabar dan redho, lipat gandakan kerjabuat dan usaha agar perjalanan kita untuk menyumbang kepada ummat tidak jadi sia-sia..

Study di oversea bukan bermakna kamu terbaik,dan tidak membuktikan kamu itu umpama helang yang gagah perkasa..Apa guna jadi helang kalau sombong tak mahu membimbing pipit-pipit yang baru belajar terbang..Study di Malaysia bukan bermakna hina...Mungkin kita belum cukup bersedia untuk menghadapi cabaran hidup di luar negara,maka kita perlukan latihan untuk belajar hidup sebagai remaja dan mahasiswa di Malaysia..

Banyak sumbangan kita boleh lakukan,melawat guru-guru sekolah dahulu,buat kerja amal,sertai program kepimpinan,latih karisma dan kredibiliti diri dengan kerja kumpulan dan paling penting,faham apa tujuan kita belajar...Bukan sekadar segulung ijazah atau sekeping gambar pakai jubah graduasi untuk diframe dan digantung di ruang tamu,tetapi menuju matlamat yang mesti ada dalam diri kita,memberi manfaat untuk umat manusia...

Belajar kalau tak ada matlamat,tak ada minat,yang dicari hanya populariti atau sensasi,maka buang duit dan buang masa saja terbang tinggi ke oversea...sama di Malaysia,belajar kerana putus asa,lemah semangat atau menyesal sebab tak dapat pergi oversea,maka tidak akan ada kemajuan dalam diri kita untuk berjaya..Kita memang lemah untuk memahami susunan perjalanan hidup yang diatur Tuhan,tetapi sampai bila hendak patah hati dan menganggap kita lebih tahu apa yang terbaik untuk kita berbanding Tuhan kita??

Tunggu sahaja waktu kemenangan,ia pasti akan tiba..Orang beriman itu pasti tetap yakin dengan harapan dan usaha yang disandarkan kepada Tuhan...Adakah kita golongan yang beriman??

"Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai,(yaitu)pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya)..Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman" [As-Saff:13]