20 August 2009

If Allah Sent Us A Bill...

A man reached 70 years of age and was affected by a disease which made him unable to urinate. The doctors told him that he needs an operation to cure the disease. He agreed to do the operation as the problem was giving him severe pain for days. When the operation was completed the doctor gave him a bill which covered all the costs. After looking at the bill, the man started crying. Upon seeing this, the doctor said, "If the cost is too high then we could make some other arrangements for you." The old man replied, "I am not crying because of the money but I am crying because Allah (SWT) let me urinate for 70 years and HE never sent me a bill!" SubhanAllah!

And He gives you of all that you ask Him; and if you count Allah's favors, you will not be able to number them; most surely man is very unjust, very ungrateful. - Noble Qur'an (14:34)

13 August 2009

Kerana Selembar Bulu Mata...




Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, mensia-siakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkeras membantah.

"Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."

"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat.

Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yang sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah,


"Manakah saksi-saksi yang kau maksudkan? Disini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."

"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.

Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yang memandangi."

Disusuli oleh telinga, "Saya yang mendengarkan. "

Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."

Bibir mengaku, "Saya yang merayu."

Lidah menambah, "Saya yang mengisap."

Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meramas."

Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."

"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dimasukkan ke dalam jahanam. Padahal rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:

"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."

"Silakan", kata malaikat.

"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahawa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahawa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."

Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan dihantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga:

"Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga karena pertolongan selembar bulu mata."

06 August 2009

5 Syarat kalau Nak Buat Maksiat

Suatu hari ada seorang lelaki yang menemui Ibrahim bin Adham(Aba Ishak).Dia berkata: "Wahai Aba Ishak!Selama ini aku gemar bermaksiat.Tolong berikan aku nasihat." Setelah mendengar perkataan tersebut Aba Ishak berkata: "Jika kamu mahu menerima lima syarat dan mampu melaksanakannya,maka boleh kamu melakukan maksiat." Lelaki itu dengan tidak sabar-sabar bertanya, "Apakah syarat-syarat itu,wahai Aba Ishak?" Ibrahim bin Adham berkata:

SYARAT PERTAMA: "Jika kamu bermaksiat kepada Allah,jangan memakan rezeki-Nya." Mendengar itu dia mengenyitkan kening seraya berkata: "Dari mana aku mahu makan?Bukankah semua yang ada di bumi ini rezeki Allah?" "Ya!"tegas Ibrahim bin Adham. "Kalau kamu sudah memahaminya,masih mahukah memakan rezeki-Nya,sedangkan kamu selalu berkeinginan melanggar larangan-Nya?" "Apakah syarat keduanya?"soal lelaki tersebut. Lantas Aba Ishak menjawab:

SYARAT KEDUA: "Kalau kamu bermaksiat,jangan tinggal di bumi-Nya." Syarat ini membuat lelaki itu terkejut separuh mati. Ibrahim kembali berkata kepadanya: "Wahai hamba Allah,fikirkanlah,apakah kamu layak memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya,sedangkan kamu melanggar segala larangan-Nya.?" "Ya!Anda benar"kata lelaki itu. Dia kemudian menanyakan syarat yang ketiga.Ibrahim menjawab:

SYARAT KETIGA: Kalau kamu masih mahu bermaksiat,carilah tempat tersembunyi yang tidak dapat terlihat oleh-Nya. Lelaki itu kembali terperanjat dan berkata: "Wahai Ibrahim,ini nasihat macam mana?mana mungkin Allah tidak melihat kita?" "Ya ,kalau memang yakin demikian,apakah kamu masih berkeinginan melakukan maksiat?"kata Ibrahim. Lelaki itu mengangguk dan meminta syarat yang keempat.Ibrahim melanjutkan:

SYARAT KEEMPAT: "Kalau malaikat maut datang hendak mencabut rohmu,katakanlah kepadanya, "Ketepikan kematianku dulu.Aku masih mahu bertaubat dan melakukan amal soleh". Kemudian lelaki itu menggelengkan kepala dan tersedar dan berkata: "Wahai Ibrahim,mana mungkin malaikat maut akan memenuhi permintaanku?" "Wahai Abdullah,kalau kamu sudah meyakini bahawa kamu tidak boleh menunda dan mengundurkan datangnya kematianmu,lalu bagaimana engkau boleh lari dari kemurkaan Allah?" "Baiklah,apa syarat yang kelima?" Ibrahim pun menjawab:

SYARAT KELIMA: "Kalau malaikat Zabaniyah datang hendak mengiringmu ke api neraka di Hari Kiamat nanti,jangan engkau ikut bersamanya." Perkataan tersebut membuatkan lelaki itu insaf.Dia berkata: "Wahai Aba Ishak,sudah pasti malaikat itu tidak membiarkan aku menolak kehendaknya." Dia tidak tahan lagi mendengar perkataan Ibrahim.Air matanya bercucuran . "Mulai saat ini aku ingin bertaubat kepada Allah"katanya sambil teresak-esak.