04 August 2013

Kehidupan;Be Proud Where You Came From and Stay Fly!

~In the Name of Allah the Most Gracious the Most Merciful~

When I look at my SPM result,I feel like frustated because I did'nt achieve my target,which is straight A's.. Actually deep in myself I really not so confidence with my vision because based on my achievement from form 4,it is quite impossible to get the flying colours result..But meh,all of my friends have the same target, the teachers told us to shoot the same target,the principal keep babbling about the same target..How can I let myself not in the challenge?

I got moderate result because of moderate study and moderate pray to Lord..I try to figure out how to calm myself after seeing my friends,one by one is applying the scholars,MARA,JPA and what-so-ever they can do to grab the chance to fly to oversea..ME??Just watch and crying out loud in my heart..What can I apply with my result??

Oh yes..there is one I applied under JAIK and with education fund from Yayasan Islam Kedah..Course Syari'ah and Islamic Studies at Jordan..Once I felt very delighted because of the chance Lord givin' to me..But still my parents don't allow me..They worry to much about my expenditures if I go there..And yeah,it's normal..Without the guarantee fund from the Yayasan Islam,plus others news that they heard from their friend's lovely son and daughter that suffer from insufficient money to live there,they're very hard to let me flying without wings (cehh)..

And when I checked my UPU result,I got a place at UiTM Kedah,with my targeted course,LAW...So I'm between happy and sad,excited and depressed or being rejoiced or melancholy..I carry my frustated heart to UiTM...Departed from house,nothin' were come out from my mouth..Neither words nor comment doesn't voice out from my lips..Everything in that day was fully controlled with my parents that enjoyed with the offer...The university is nearby my house,and yet I get their expected course(also mine) plus I don't have to be at Jordan dying because doesn't have enough money to live...

I stand at the Merbok,feeling satisfy but like be in hell..Everything starting from the MDS is like "ughhh what the hell??" and when come into class "how can I  catch up with my new friends??" and "what??class repp.?? not again!!" (because so many times I feel suffer holding a post)..And I also feel like wanna goin' back to KI taking STPM...I still can continue in Law actually but still I manage to get better condition with better people there..Yeah that's my impressions towards UiTM Kedah and the people in there...Quite prejudice huh??

But then,the time pass by,and I've learnt a lot even I'm just havin' my time about 2 months there..For the sake of God,I've just feel the awesomeness in UiTM Kedah!(woah over)..The lecturers,the study, the library, the wifi,the friends,the scandals even the cafe's cashier are very pure awesomeness! Maybe there's somethin' like deficiency that UiTM Kedah have,but still I get to manage well my life here..

I was thinking I can't live without the bi'ah solehah,with friends prepared with tarbiah,their mouth always tazkirah and their songs always qasidah(even I don't always listening to qasidah)....But one day I stood still at the corridor and think that all that happen in between the timeline of my life now,everything was compiled well by Lord of the 'Alamin..

Coward butterfly never get out from the cocoon

Sometimes we think our former study place was the best,yeah it's normal when we boarding to new place... We still can't forget the oldies,that we laugh and cry and sing and study together..We can't forget the very nice one teachers that really care about us and sometimes treated us like his/her sons/daughter.. And the best thing we had in the oldschool was the moment we live and havin' fun with school life together with our boyfriends and girlfriends (please don't misunderstand this terms)...

But yet we still have a long journey to go..If we still stick with the old style,we don't have the civilisation in ourself..Just the old and remain old..Somehow we must accept change that happen in our timeline..If we only had happy time everyday in our life,how could we can survive if someday a big obstacles happen??

So Almighty Lord have prepared ourself in this young age,to face the hardness in life..To choose between the good and evil..to know and recognize what is bad and evil..To take the best among the best when making decision..

Whoever don't recognize what is sinister,he or she did not know how to escape from doin' bad meet evil thing...We can't always be angel,and we don't live in paradise..The path that Lord prepare for us is not as easy as fill in the blank when filling the UPU form..If we scare and can't have enough strength to destroy the wall of pain and shame  in our heart,then we are loser!Total loser!

Wake up from sleep..wake up from dreamin'..One place may not simply as nice as the old ones.. Nice bi'ah, friends with tarbiah,everyday with sunnah...But yet still we have to make a decision to be a daredevil.. Not a devil..a DARE DEVIL!

I'm blind,and I use my blindness to defeat evil-DareDevil

Dare devil will run from the hell life,escape from the vices,not joining to do the wicked things!When it comes to good deed,you are the first one who start it..And when it comes to bad deed,you are the one who avoid it..

And the most important among the importants,be happy for what you're doin' now..Don't let the past overshadowed yourself..Don't let the cowardness of being bad guy or mischief girl stopped you from tryin' to know the world better..Neither you are doctor,engineer,lawyer,teacher,philosopher or what-so-ever, nor you will departed for overseas studies,or just having a local studies,still you have to be proud and keep on goin' to stand still on your step to achieve your life's vision and mission!!

Keep calm and say,all is well! :)

#dedicated to all my oldschool friends,which I found most of us very scared about the new life in university and having so much misery when remembering about the moment in KI (sweet la kononnya)

03 August 2013

Destini;Terkena Kejutan di Tengah Jalan

~In the Name of Allah the Most Beneficient the Most Merciful~

"Kau ni dah kena culture shock ni"
"Eh kenapa??"

Dialog kenapa yang selalu nak ditanya kepada penuduh-penuduh sejati...Seakan-akan mereka diberi kuasa untuk menjadi polis yang menghukum orang ini sudah sesat dari jalan Tarbiah...Sedang tidak dilihat pada diri mereka itu apa yang patut diperbaiki,lebih suka mereka melihat kesilapan orang lain dan memperbesar-besarkan..

Kenapa dicop sebagai culture shock??

-Dulu senyap,sekarang dah bising
-Dulu tak menonjol,sekarang dah market
-Dulu blur,sekarang gangster
-Dulu malu-malu,sekarang dah boleh hangout

Boleh juga berlaku situasi ini :

-Dulu nakal,sekarang geng surau (insaf)
-Dulu suka Avenged Sevenfold,sekarang Ya Hanana
-Dulu suka maki,sekarang senyap kalau bersuara pun ayat ala-ala tazkirah
-Dulu suka mengorat,sekarang tunduk bila jumpa perempuan

Dan dua tiga ratus jenis lagi alasan-alasan lain ciptaan manusia...Pastinya orang yang terkena culture shock ini terjebak dalam salah satu antara dua situasi di atas,sama ada culture shock yang baik ataupun yang tak baik... Tapi yang pasti lidah manusia pasti menggulung ayat-ayat yang menyakitkan hati untuk didengar...

"Kau dah sosial lah sekarang"
"Ohh dah pandai berkaraoke sekarang ye"
"Dah jarang nampak muka kau kat surau sekarang"
"Ehh nak tunjuk baik la tu...Macam aku tak tahu kau macam mana kat sekolah dulu"
"Dia tu dulu selalu buat masalah....Jangan percaya sangat...Alim-alim kucing je tu"

Ketika di sekolah dulu,bila terdengar cerita bekas-bekas senior yang hanyut,playboy,so Sial,fesyen pelik- pelik,perangai lagi lah pelik,terfikir juga kenapa mereka ini tak istiqamah dalam mengamalkan tarbiah.. Tarbiah sepatutnya tidak ditinggalkan 'pakaian'nya tersangkut di locker asrama tapi perlu dipakai dan dibawa ke mana-mana...

Sering juga mempertikai keadaan dan menghukum diri mereka itu sudah hanyut dan jahat kerana meninggalkan sisa-sisa tarbiah yang mereka pelajari dan hayati suatu ketika dahulu.. Mereka sudah dianggap gagal dan terjelepuk jatuh di tengah jalan..

Namun ketika diri ini tercampak di bumi yang hanya dua tiga orang peneman tarbiah di dalam diri, tidak ada bi'ah solehah yang khusus untuk menghidupkan sunnah...Tidak ada badan dakwah yang aktif dalam menghidupkan semangat beramal soleh secara berjemaah...Bahkan ruang untuk bermaksiat dan lari daripada jalan Tuhan dibuka seluas-luasnya...

Ya lah,mana ada sangat orang yang nak ingatkan kalau kau tertinggal solat atau kau tak solat pun..Mana ada orang yang nak tegur kalau nampak kau berdua-duaan dengan bukan mahram..Tambahan lagi, tak ada orang yang nak offer diri menerangkan hukum-hukum dan fiqh remaja terutama dalam bab sosial dan cinta.. Kalau terjerumus dalam lembah cinta dusta pandai-pandailah berenang balik ke tepian..

Ada itu tetap ada,tetapi golongan itu tidak ramai...

Maka apabila duduk,biar duduk bersama orang-orang yang sudi ingatkan diri kepada Allah... Apabila berjalan,pastikan berjalan dengan orang-orang yang tahu syari'at Allah..Apabila bersembang, cari orang-orang yang mampu bercakap tentang perkara yang mengingatkan kepada Allah..Kalau tidak mampu sepanjang masa,cubalah sekali-sekala..

Setiap orang tidak sama,jangan menghukum semua orang perlu jadi macam kita
Jangan mudah menghukum orang lain culture shock,atau diri sendiri culture shock...Kita bukan di zaman sekolah yang mudah kita kenali perangai dan fe'el orang..Dahulu di sekolah kita dibesarkan dengan persekitaran yang sama dengan sahabat-sahabat kita,kini melangkah ke universiti,kita diperkenalkan pula dengan sahabat-sahabat yang pasti mempunyai sifat dan sikap yang berbeza,dan kita didedahkan dengan persekitaran baru yang nyata berbeza dengan sekolah dahulu...

Maka tidak perlu menuding jari dan meluruskan lidah sambil menggulung ayat : "Dia tu dah kena culture shock,hanyut dah dia tu"

Apa salahnya ambil sedikit masa untuk mengenali personaliti suspek culture shock kita.. Kenal gaya dia bagaimana...Di sekolah dahulu bagaimana..Persekitaran yang dia hidup selama ini bagaimana..Apa yang dia suka,apa yang dia benci...Fikrahnya benar,atau pegangannya salah dalam menentukan jalan hidupnya..

Dulu,di bumi itu,aku dididik supaya 'menghindar'kan muslimat...Sedaya upaya tidak bercakap,elak bila berjumpa,bila bergaul dilarang sama sekali ketawa,lagilah tak boleh kalau secara peribadi berhubung bermesra..

Di bumi itu,aku juga diajar supaya mengamalkan sunnah Rasulullah s.a.w..Selalu berjubah berserban di kepala..Tidak lekang Al-Quran dan ayat-ayat tazkirah...Tidak lupa ada liqa' memperingatkan sesama sahabat tentang hak-hak kepada Allah dan hak-hak kepada manusia..Dituntut supaya Hormat-menghormati sesama sahabat, guru,pengetua,makcik kantin,pakcik tukang kebun bahkan kepada kerani yang selalu jual ayam percik kat belakang asrama..

ah,sudah pasti bumi itu bukan bumi yang sempurna..Bumi itu cuma bumi bertuah,melahirkan insan berjiwa tabah...Pasti masih ada kelemahan dan kecacatan dalam proses mengajar dan mengamalkan tarbiah..Maka apabila ditakdirkan Allah untuk menapakkan kaki di bumi yang baharu,aku menyusun strategi supaya masih tidak hanyut namun pastinya tidak perlu mengulang sebijik sama macam di bumi itu..

Karena bumi baharu ini bukanlah bumi itu...Suasananya lain,bi'ahnya lain,orang sekelilingnya lain, tarbiahnya lain,fe'elnya lain,kegemarannya lain,flownya lain...Adakah perlu ikut semua trend yang menjadi kesukaan biasa orang-orang yang baru mengenal alam kebebasan daripada kekangan peraturan,warden dan asrama??

Orang couple,kita pun gatal  mencari couple...Orang dating,kita pun gedik cari pasangan ajak dating di tepi tasik biawak..Orang hangout,kita pun galak cari port-port menarik nak buat projek khas...Tak salah couple, tapi biar berlandas syari'at,hubungan jaga,banyakkan doa,tingkatkan usaha dalam nak memilik dan mendidik dia..

Tak salah dating,tapi kalau berdua-duaan,pasti membuka luas ruang untuk maksiat...Maka dating tukar jadi meeting,duduk biar dalam bilangan dan keadaan yang sedaya-upaya menutup pintu fitnah... Tak salah hangout,tapi kawal diri jangan overdose dengan keseronokan berjimba...

Culture shock mungkin boleh berlaku pada semua orang...Tapi biar kita tidak menjadi orang yang mudah menghukum dan menuduh orang lain culture shock...Lagi malang kalau kita ini suka bercerita yang orang lain sudah hanyut...Sedangkan kita masih belum lagi bermula untuk mengenali siapa suspek kita itu...

Pakaian tarbiah itu bukan hanya berserban berjubah,tetapi mendidik hati agar dekat dengan Rabbnya..

Acuan tarbiah itu tidak semesti dengan gaya manis-manis manja,tetapi dibentuk dengan ketegasan memelihara syariatnya..

Lepasan tarbiah itu,ayat-ayatnya tidak perlu tersusun bak ceramah atau tazkirah di masjid, tapi cukup untuk menyentuh jiwa-jiwa para pencari Tuhan..

Andai dia akhi yang memakai jeans,berkaraoke,bergaul rileks dengan semua orang,apa salahnya meletak husnuzhon bahawa dia adalah seorang yang sporting dalam diam..

Andai dia ukhti yang berjubah dalam cardigan,bershawl,suka bersembang  dengan semua orang,apa salahnya melekapkan sangka baik pada dirinya bahawa dia sebenarnya mudah mesra...
Harapan itu ada buat orang berdosa yg masih beriman

Ahh andai semua tempat hanya ada orang-orang yang tidak sudi bertegur sapa antara satu sama lain, hilanglah seri dalam mengenali fe'el manusia..Andai semua orang hanya tahu bercakap skema sambil suara rendah dan tak berapa nak melayan,hilanglah seni dalam bergaul dengan manusia...Andai semua orang hanya tahu lepak di bilik sambil online dan bertweet bukan-main-lagi-kaww(kat luar senyap sangat), hilanglah komunikasi berkesan dalam memahami hati manusia...kerana tidak semua yang disosialkan dalam laman sosial itu dapat menjadi indikator untuk meletakkan manusia itu jenis yang macam ini,atau yang macam itu..

Janganlah hidup didalam bayang-bayang sekolah dahulu hingga tak mampu bertahan dengan bahang perubahan gaya hidup sekarang...Biar diri tetap dengan gaya sekolah dahulu,cuma cara itu yang mungkin perlu berubah..Asalkan jangan biarkan diri itu hanyut ditenggelam arus hedonisme yang amat kuat dan dahsyat..

Yang tahu diri kita sebenarnya,hanya kita dan Tuhan kita..Semua orang boleh berubah,bezanya perubahan kepada kebaikan atau kejahatan,itu adalah pilihan kita..Culture shock mungkin boleh berlaku kepada sesiapa sahaja,tapi itu bukan tanda kita sudah di'buang' daripada jalan tarbawi Rabbi..

Tidak semua orang mampu menerima cara kita,maka tetaplah dengan cara kita selagi tidak menyebabkan iman kita binasa...Tidak semua orang mampu menyukai kita,maka tetaplah dengan gaya kita selagi mana orang yang membenci itu tidak sampai berpuluh beratus berjuta....Tidak semua orang mampu memahami diri kita,maka berilah ruang untuk mereka mengenali personaliti kita dan jangan cepat patah hati dan putus asa andai ada suara-suara yang sudah menghukum "KITA INI SUDAH HANYUT"..

Dunia ini terlalu luas untuk diterokai,dan manusia itu terlalu kompleks untuk difahami~

-Wallahu'alam-



28 June 2013

Tarbawi;Murtad Dari Jalan Tarbiah

-IntheNameOfAllahtheMostGracioustheMostMerciful-

Dulu,dia keras menentang sebarang bentuk perjumpaan tanpa sebab individu berlainan jantina di sekolahnya..Tanpa mengendahkan apa jua alasan dan sebab mereka berbuat sedemikian,dia tetap menegaskan larangan sebarang perbuatan yang melibatkan dua jantina kerana dianggap itu ikhtilat..Ikhtilat adalah pergaulan tanpa batas yang mengundang fitnah antara lelaki dan wanita..

Dia menyertai satu kelab,yang sering mengundang kontroversi kerana kehidupan ahli kelab itu yang bertentangan dengan adat dan uruf' yang dipraktikkan di sekolahnya...Bi'ah yang menekankan pentingnya menjaga pergaulan antara lelaki dan wanita...Seboleh-bolehnya mahu dielakkan langsung pertembungan atau sebarang pertemuan di antara dua jantina itu...Jika ada sesiapa yang ternampak kumpulan lelaki dan wanita yang sedang melakukan perbincangan,pasti akan timbul bisikan dan usikan nakal...bahkan lebih teruk mencetuskan jemputan nasihat percuma daripada 'alim ulama' sebatch dengannya...pasti nasihat tentang ikhtilat yang disajikan...

Kelab itu,berlawan arus dengan uruf dan adat di sekolahnya...Dia tidak mampu bertahan dengan keletah dan kelaku rakan-rakan yang sama kelab dengannya...Mereka berbincang bersama,ketawa bersama malah kadang-kadang bersembang tentang daily life masing-masing bersama...Ini bukan cara dia...Dia cuba menasihatkan kepada rakan-rakannya itu supaya sedaya mengurangkan pergaulan lelaki dan perempuan, yang dilihatnya terlalu berlebihan..Tambahan lagi,dia sering ditujah dengan persoalan oleh orang luar daripada kelab itu tentang sikap rakan-rakan sekelab yang dilihat terlalu over dan ekstrem dalam bergaul antara lelaki dan wanita...

Ahhh dia hampir sahaja bergaduh hanya karena berselisih pendapat dengan rakan-rakan kelab itu..Namun padanya dia merasakan biasa sahaja,group discussion,takkanlah semua nak kena tunduk pandang meja suara rendah muka ketat serius saja masa berbincang..Sedang nak beli nasi lemak di kantin pun sempat mengayat makcik jaga kaunter ketika nak bayar harga,inikan sebuah perbincangan yang agak rumit dalam merungkai isu dan mencari fakta serta mengukuhkan hujah,kalau dijalankan secara serius seperti mesyuarat PIBG,alamat hilanglah mood berbincang..

Dia dilemma,entah apa yang perlu dibuat..Pasti kalau dia mengikut kerenah rakan-rakan sekelab itu, dia akan dipandang serong oleh rakan-rakan yang lain,yang sudah tentu menguasai majoriti dalam membentuk persepsi 'siapa dia' di mata ahli batch yang lain...Dia tidak mahu dituduh terlalu sosial, cuma bergaul dengan puak mereka,ikhtilat melampau,tak tahu control gedik depan perempuan,yang mana sering sahaja rakan-rakan sekelabnya itu dilempar dengan jenama itu...

Kononnya dia mahu menjadi satu-satunya ahli kelab itu yang bagus,tsiqah, hebat dalam tarbiyah,perform dalam usrah,cemerlang dalam peranan sebagai ahli kelab itu...Ya dia mahu dilabel sebegitu...Lantas dia mengambil keputusan memencilkan diri daripada kelompok rakan-rakan sekelab itu..Dia lari daripada mereka..Bila berjumpa,pedas dia melontarkan ayat-ayat jenama kutukan biasa kepada rakan-rakannya tanpa menyedari dia sebahagian daripada mereka..Dia merasakan dirinya lebih baik dalam tarbiyah berbanding mereka,apatah lagi sekarang dia juga meletakkan dirinya terbaik dalam peranannya dalam kelab itu..

Tetapi dia terasa tersisih,atau sebenarnya dia menyisih....Rakan-rakan sekelabnya tika mengajak dia untuk latihan bagi menyiapkan diri menghadapi pertandingan,dia merasakan mereka ini saja ingin melemparkannya di dalam jurang kebinasaan..Ok agak over...Dia merasakan mereka ini ingin mengajak dia bergelak tawa dengan ahli kelab perempuan,membuka ruang fitnah untuk dia dan paling dikhuatiri, mereka ini ingin meletakkan dia sama jenama dengan mereka..Dia menolak..Dia tidak mahu dicop seperti mereka..

Akhirnya yang tinggal padanya kini hanyalah skill yang berkarat bersama kelebihan yang mereput... Dia seakan-akan terpana dengan kemampuan rakan-rakannya untuk menonjol lebih bagus..Entah apa yang dia mahu luahkan untuk dirinya sekarang ini,hanya cemburu dan dengki melihat rakan-rakannya terlalu hebat berbanding dirinya yang sering sahaja perasan dan syiok sendiri...Dia menjadi lebih marah... Walaupun cuba diajak secara diplomasi oleh rakan-rakan sekelabnya namun dia tetap ego menolak..Dia memencil dan akhirnya mengisytihar bahawasanya dia tidak ada kena mengena lagi dengan kelab itu sekarang walaupun masih dianggap sebegitu oleh rakan-rakan sebatch yang lain..

Sekarang kakinya menapak di bumi yang lain...Dia sudah menjadi seorang daripada keluaran bumi lamanya dahulu..Dia menyusun matlamat dan halatuju walaupun seringkali diuji Tuhan dengan pelbagai tribulasi... Dia datang dengan separuh hatinya lumpuh untuk membawa harapan kerana bumi itu bukan pilihannya.. Dia ingin meletak kasutnya di tanah yang lain,bukan disitu..Namun apa daya,itu yang Tuhan tetapkan untuk dia.. Dia cuba menerima..


Bumi bukan pilihannya itu,berlainan dengan tempat dia dididik dahulu..Tempat dahulu itu penuh dengan mutiara...Bi'ahnya terpelihara,tarbiahnya terjaga...Daripada penguasaan ilmu-ilmu asas agama, kepada ilmu-ilmu sampingan dunia,dia dibekalkan dengan perkara-perkara itu..Ironinya bumi baharu sekarang ini dia melihat pusingan 180 darjah kali dua..Hampir segala-galanya berbeda,cuma sedikit yang sama..Itupun dia rasa bersyukur dengan informasi bahawa bumi baharu itu adalah bumi yang agak terjaga pembangunan syakhsiyyah dan agamanya...

Dia duji sekali lagi,dengan serangan ikhtilat yang paling dia anti dahulu..Dia teramat janggal untuk bergurau dengan perempuan walaupun memang ada dia pernah lakukan sebelum menjejak di bumi itu.. Namun bagi perempuan yang menyudikan diri untuk memulakan dialog disulami dengan usikan dan kemesraan, dia pelik...Hampir sahaja setiap kali bersembang dengan perempuan-perempuan itu, dia merasakan gementar dan bersalah pada dirinya...

Ya..Dirinya yang sangat anti pada benda-benda itu dahulu...

Dia merasa yang dia sudah murtad tarbiah...

Duduk satu meja dengan perempuan yang ramai,walaupun sebelah lelaki,tetapi perbincangan yang diadakan hangat bagai reunion kawan yang sudah lama tak berjumpa..Sambil-sambil menggoogle fakta, dia terkadang ditanya kisah kehidupan sehariannya..Selalu juga dikorek rahsia kehidupan di bumi lamanya..Ada juga yang meminta pendapat dan ada juga yang cuba berlawan kata dengan dia...Dia tidak mampu mengukir tawa ketika ahli kumpulannya ketawa bersama kerana di lubuk hatinya terasa berat sangat dengan ujian murtad tarbiah ini..

Suatu hari,dia duduk di koridor menghadap langit...Cuba membaca hikmah tersirat melalui tulisan angin kering berhabuk yang bertiup di atas lapisan jerebu...Dia merenung sedalam-dalam...Memahami dirinya sendiri yang sering dinafikan keputusan demi persepsi orang..Dia menyelam ke dasar hatinya yang sering berbisik namun tidak diendahkan...Dia berlagak bertenang melalui riak wajah kosong yang terbentuk di mukanya...Dia melakar satu monolong di dalam jiwanya...

"Wahai hati,dahulu kau sering ditipu oleh persepsi orang ramai,engkau menafikan apa yang boleh memuaskan dirimu sendiri....Engkau dulu cuma inginkan pujian,tapi tak tahan dengan ujian... Engkau menuduh hati-hati lain rosak teruk dan busuk dengan masalah kecil dan remeh,padahal kau sendiri punya sama rasa dengan mereka...Engkau sengaja inginkan masyhur,engkau tinggal hati-hati yang ingin mengajak engkau bersatu atas dasar minat yang sama...Engkau itu dahulu wahai hati"

Dia menelan air liur...Pedih terasa di saluran esofagusnya...

Dia bermuhasabah,rupa-rupanya selama ini dia hanya menghukum,dia bukan menilai.. Hukum adalah cara kedua dalam tarbiyah,sedang menilai itu cara utama...Dia belajar bahawa keadaan dia di bumi sekarang adalah bukan kerana perempuan-perempuan itu mahukan ikhtilat bersama dia..Namun cuma sikap mudah mesra dan tidak sombong oleh mereka..Maka dia diajak bersembang...Mereka semua dan dia sendiri tidak minat dengan suasana serius,maka santai menjadi pilihan ketika berbincang..Sekurang-kurangnya dirinya terjaga daripada diajak dating atau couple oleh perempuan-perempuan itu..Bukankah itu tanda mereka menghormati dia yang ada tarbiyah??

Nasib mereka tidak sama dengan dia..Dia ditentukan termasuk di dalam kelompok yang menyediakan penarafan ilmu dan komponen tarbiyah yang lebih advance berbanding mereka yang lain.... Dia seharusnya rasa beruntung kerana tidak rebah dengan culture shock yang sering melanda pejuang tarbiyah.. Dia sepatutnya rasa bangga diterima bukan dicop dengan persepsi buruk yang tipikal terhadap ustaz-ustaz keluaran bumi tarbiah...

Dia mempasakkan tekad..

Sudahlah dengan kesilapan dan kerugian yang dia alami di bumi dahulu..Hanyasanya dijalankan tindakan itu atas dasar ikut naluri,ikut cakap orang,ikut pandangan orang...Bukan untuk kepuasan dan kelegaan hatinya sendiri...Maka dia berpesan,wahai hati,andai engkau mahu melakukan sesuatu selepas ini, pastikan engkau buat kerana engkau ingin puas sendiri,bukan kerana puji..Kerana apabila sebabnya puji,engkau akan rebah bila diuji,tetapi apabila sebab kepuasanmu wahai hati,engkau tetap terus berdiri walau diuji...


Tetapi jangan lupa wahai hati,jagalah dirimu agar engkau tidak murtad daripada jalan tarbiyah... Engkau tidak menjadikan alasan malas dan ingin membalas dendam atas tidak punya peluang semasa di bumi lama dahulu,lalu engkau melanggar batas-batas yang engkau sendiri tahu..Dan wahai  hati, selepas ini nilailah orang lain dengan matamu,jangan melalui saluran mata di wajah itu yang terdapat blind spot,kerana ditakuti  engkau akan buta sekali lagi dalam meletakkan nilaianmu,seperti dahulu...

"Moga-moga selepas ini diri tetap teguh melangkah,kali ini dengan tarbiah,dan dengan hati yang mampu membedakan keburukan dan kebaikan orang lain dengan tepat..Bukan atas dasar cakap-cakap orang atau kerana menganggap diri sendiri sudah terbaik,dan menghukum orang lain jahat...Tarbiyah kali ini bukan lagi tarbiyah bumi lama,kerana tidak semua yang di sekelilingmu sama tempat dengan engkau dahulu.. Engkau perlu bijak dalam aplikasi untuk diri dan orang disekelilingmu,agar engkau bukanlah di kalangan mereka yang perasan warak,alim la sangat atau syiok sendiri"

Dia berdoa,kemudian melepaskan nafas lemah sambil terbatuk kecil...

"Murtad dari jalan tarbiah??Tidak..Engkau cuma diuji kecil oleh Tuhan...Supaya engkau sedar dirimu bukanlah pada tahap terbaik lagi..Engkau masih memerlukan manusia lain untuk melengkapkan tarbiyahmu.. Engkau masih perlu memahami situasi-situasi ikhtilat sebenar..Engkau masih perlu belajar menangani realiti hidup yang tak semua yang berada dikelilingmu sekarang dan nanti adalah dari kalangan mereka yang ada tarbiah,ustaz-ustazah,'alim ulama'...Jangan biar mereka rosak,jangan biar engkau rosak.. Engkau sebenarnya ditunjuk jalan oleh Tuhan supaya menunjuk jalan kepada hambaNya yang lain" 

Bukan Tuhan ingin kejam denganmu,dia cuma ingin kau lebih kuat berbanding masa lalu, sedar akan kesilapanmu,lalu lakarlah harapan yang baru..

Harapan itu masih ada,kata engkau pada dirimu...

Ya...Jalan kita sekarang tidak sama...Ujian setiap kita berbeda..Tetapi kita punya matlamat yang sama, meraih surga dan redhoNya..Maka adakah kita mahu sahaja menjadi orang yang perasan diri sudah hebat tarbiah??Apa guna bermimpi ingin menjadi helang,andai ujian sebesar pipit pun tak tahan~

-Wallahu'alam-

26 May 2013

Kehidupan;Siapa Lebih Sempurna?

-InTheNameOfAllahtheMostBeneficienttheMostMerciful-


"Eh kau nak ambik course Law??Lawyer dah la banyak makan rasuah??"

"So aku akan jadi Lawyer yang tak makan rasuah"

"Err"

Dialog ringkas yang terkarang di dalam hati setelah mendengar komen rakan yang bertanya tentang perjalanan masa depan selepas ini..Tapi tak mampu diluahkan memandangkan tak mahu memanjangkan pergaduhan.. Jadi aku lakarkan tulisan ini agar ia boleh berkata-kata kepada manusia-manusia tipikal di dunia ..

Ambil Medic dan engineer sahaja terjamin kerja..atau pergi oversea sahaja terjamin akademik..Law?? Mesti susah dapat kerja..Sudahlah rasuah banyak..Sebelah kaki dah bertapak di neraka...Agama??Untuk orang-orang yang sudah tak punya pilihan saja...Duit banyak,pergi Mesir...Kalau minta tajaan??Jarang orang minta jurusan agama...Keluar nanti jadilah ustaz-ustazah yang berceramah di surau-surau...berdakwah di kampung-kampung...

Sungguh,persepsi itu persepsi tipikal..

Sungguh,pemikiran itu pemikiran jumud...

Sungguh,fikrah itu fikrah sempit...

Kenapa tidak dibicara hal membina iman dan taqwa sebelum memilih jurusan..Kerana tanpa iman dan taqwa, seorang doktor bisa saja memilih untuk melakukan pembedahan plastik atas dasar gaji bagi yang pakar dalam bidang itu paling banyak berbanding yang lain..Tanpa rasa hidup berTuhan seorang engineer boleh saja menggunakan bahan-bahan murah dalam projeknya tetapi mengecas dengan kos yang tinggi... lebihan duit??Masuk dalam poketlah..

Hensem tak??Dr.Lecter ialah doktor kanibal dalam CSI Hannibal..kegemarannya masak paru-paru~
Lawyer sudah pasti mengambil rasuah membela yang salah apabila tidak ada rasa khauf (takut) sebagai fitrah hamba...Cikgu sudah pasti mengajar secara sambalewa malah memesongkan anak didiknya daripada mengenali Tuhan apabila tidak mendidik dirinya dahulu dengan agama...Orang agama,ustaz ustazah lulusan PhD.Al-Azhar sekalipun masih mampu mendapat taraf ulama' suu' (ulama' jahat) apabila menyelewengkan manusia daripada Allah dengan ilmu-ilmu agamanya...

Tidak membezakan manusia itu dengan jurusan apa yang diambil untuk masa depannya.. Andai tidak ada iman di dalam hati,nescaya sifat amanah itu terhakis daripada diri seorang doktor,engineer, lawyer,cikgu, kaunselor,ustaz,ustazah atau apa sahaja...Andai ada taqwa di dalam jiwa,tukang sapu sampah pun mampu menjadi lebih mulia daripada artis yang sudi merelakan diri bergelumang dengan maksiat dan dosa...

Lagipula,adakah doktor hendak berkahwin tidak memerlukan qadhi?? Adakah engineer yang bergaduh dengan isterinya kerana sering bekerja lewat,apabila dituntut cerai tidak memerlukan lawyer?? Adakah Perdana Menteri sudi meluangkan masa mengajar anak-anaknya subjek akademik dan tidak memerlukan cikgu??Lihat perbezaan ini menjadikan kita mempunyai kekurangan dan kelebihan sendiri..Dan itu menjadikan masing-masing melengkapkan yang lain sehingga menjadi sempurna..

Jangan kerana hanya jurusan itu dipandang tinggi,menghalalkan diri kita untuk bongkak dan berlagak dengan orang lain..Bahkan siapa mampu jamin diri boleh bertahan dengan ke'tough'an study semasa di universiti.. Ramai sahaja yang aku dengar berhenti di tengah jalan sebab mengalah dengan cabaran jurusan-jurusan kritikal ini..

Pilih ikut kemampuan,bukan ikut cakap orang..Jadilah doktor,engineer,lawyer,cikgu,ustaz,ustazah,kaunselor, arkitek,mekanik dan apa sahaja,tetapi biar beragama..Tanpa agama,pangkat yang ada pada pangkal nama, Dr.,Ir,YB,YAB,DYMM,Profesor itu hanya hiasan yang mendebukan amalan hidup sahaja....

Pilihlah jalan yang boleh menjadikan kamu penakluk dunia,penakluk hati-hati manusia..Dan yang membawa kamu ke jalan menuju syurga..Moga terus kuat untuk menjadi doktor yang ikhlas dan amanah,engineer yang cekap dan bertaqwa,lawyer yang jujur dan adil,cikgu yang mulia dan berwibawa,ustaz yang kuat usaha dan tidak mudah putus asa,atau apa-apa sahaja yang mampu menjadikan kamu 'somebody',asal masih ada rasa diri ini hamba..Hamba Allah..

Morsi,antara ketua negara yang menghafaz 30 juz Al-Quran..Kita ada??
Terpenting,biar mimpi kita untuk menjadi 'somebody' suatu hari nanti,disempurnakan dengan taqwa dan agama di dalam diri...Maka baharu kita mampu merealitikan cita-cita itu untuk dunia dan akhirat kita..Apalagi yang kita mampu lakukan melainkan menjadi kerjaya sebagai ladang tanaman amal ibadah untuk tuaian di akhirat nanti...


"Ku ditimbang tanpa neraca di awal usia 
Ku dihukum masuk neraka oleh manusia 
Minta tunjuk lubang atau pintu tak dapat jawapan jitu 
Jadi aku tak berganjak biarkan saja begitu 

Maafkan mereka, mereka tidak tahu 
Mereka tidak ramas buku, mereka segan ilmu
Tanpa kasih sayang, mereka suka menyakiti 
Kita kongsi warna mata tapi tidak warna hati"


-Wallahu'alam-





21 May 2013

Itu Ini;Kenapa Aku Nak Sangat Pergi Jordan??

-In The Name Of Allah,The Most Beneficient,The Most Merciful-

Semalam (21/5/13) bumi menjadi saksi banyak hati-hati yang sedang menangis walaupun muka nampak bengis...Result MARA dah keluar la katakan,ada yang dapat tu seronoklah..Yang dapat apa yang dia tak minta pun ada juga...Yang tak dapat tu la menangis walaupun tak keluar airmata tapi banjir kilat dalam jiwa..

Baik,oleh kerana aku memang tak dapat interview MARA,maka tak ada keperluan nak cerita pasal MARA.. Tapi aku juga bercita-cita untuk terbang tinggi membelah awan meninggalkan tanah Melayu yang indah permai ini...Aku buat permohonan ke Jordan melalui Jabatan Agama Islam Negeri Kedah atau nama manjanya JAIK...Alhamdulillah diterima walaupun bukanlah panggilan pertama,kemudian dapat pulak interview bantuan pinjaman pelajaran daripada Yayasan Islam Negeri Kedah untuk permohonan belajar di Jordan...

Kenapa aku sanggup cari jalan juga untuk ke Jordan,padahal patutnya dah putus asa sebab tak dapat bantuan pinjaman MARA tu...Nak cerita susahnya,mula-mula sekali kena bayar RM 350 untuk terjemahan sijil dan deposit wang untuk pendaftaran..Kemudian kena buat pasport dan medical checkup yang jumlahnya minimum RM200...

Tak campur duit minyak lagi,minyak mahal sekarang ni..Permohonan memang diterima sebab kuota untuk negeri Kedah dah tetapkan dan aku termasuk dalam kuota tu..Jadi kena sediakan duit tiket flight dalam RM2000++...Seterusnya duit untuk permulaan belanja di sana lebih kurang RM3000++ perlu dibawa...Nampak tak susahnya??Kalau MARA dia akan tanggung semua bahkan bagi duit untuk belanja sendiri dalam RM5000++ sebagai permulaan sebelum berlepas agaknya..

My face when big boss and big mama don't give permission to pursue my study  at Jordan~
Nampak tak keberuntungan budak-budak MARA atau JPA??Sebab itu mereka yang dapat interview begitu mengharap..Bila tak dapat meroyan (sesetengah sajaa) haha..Sabarlah...Itu bukan rezeki untuk kita.. Mereka yang dapat MARA dan JPA tu boleh bajet hot hari ini,mungkin masa untuk kita bajet hot hari lain.. Gembira mereka hari ini,kita berduka,kita gembira hari lain nanti,mungkin mereka pula ada masa duka..acewah!

Apabila sebut oversea,perkara yang perlu difikirkan untuk pertama kali adalah kenapa kita nak sambung study di luar negara??Bukankah Malaysia adalah negara yang aman damai sentosa tanpa sengketa..Ceh..
Malaysia lagi selesa,dekat dengan rumah,faham bahasa penduduknya,tahu ragam masyarakatnya, murah perbelanjaan harian dan yuran universitinya..Kenapa masih pilih nak sambung study luar negara??

Terfikir juga apa pasal nak sangat pergi oversea atau kalau aku,nak sangat pergi Jordan..Adakah kerana nak main salji??Atau semata-mata for the sake of fame??atau bahasa ibundanya kerana nak masyhur,disebut-sebut nama oleh orang kampung..Atau balik boleh berlagak dan bajet hot??Atau nak upload gambar di Instagram dengan unta atau tengah buat ais kacang dengan salji?? Kalau begitu,mari tajdid niat!

Aku,kalau terpilih untuk ke Jordan,dan kalau mendapat keizinan dan restu daripada ibu ayah (masalah paling besar ni),maka ini adalah alasan kenapa saya terlalu keinginan keteramatan hendak ke Jordan :

-Aku akan dapat peluang menguasai Bahasa Arab dengan baik di sana,kerana penggunaan bahasa Arab oleh penduduk Jordan agak bagus berbanding Mesir yang bahasa 'ammi(pasar) yang agak kureng dan terlalu ramai pelajar Melayu (sampai boleh buat kampung Melayu katanya) di sana,jadi bila nak cakap Arab??

*Tapi jangan marah pulak siapa nak pergi Mesir tu..hehe Mesir bagus juga.adaUniversiti Al-Azhar As-Syariif dan tempat pengajian yang ulung dan lama,senang kata legend la...jadi tak ada masalah,pergi saja...tapi aku tak prefer Mesir untuk degree~

-Aku dapat peluang untuk bertalaqqi dengan syeikh-syeikh besar di sana dalam bahasa Arab,mendengar khutbah dalam bahasa Arab disamping mengikuti kuliah universiti di mana menghimpunkan pensyarah-pensyarah daripada Jordan,Syria,Yaman,Dimashq,Mesir dan bertaraf PhD.Jadi ilmu yang dapat digarap pastinya mantop dan belajar cara pemikiran yang pelbagai..berbanding khutbah di Malaysia yang kebanyakannya kaku dan tak ada isi menyebabkan jemaah mengantuk saja~huhu

*Dan aku prefer untuk mengaji pondok lebih daripada Universiti kalau bidang agama...Makna kata belajar agama secara tak formal daripada memilih untuk berdegree dalam bidang agama di Malaysia..Bukan maksud aku merendahkan taraf Uni.di Malaysia tetapi ini cara aku~

bandar Amman,Jordan..
-Aku boleh melihat suasana kehidupan masyarakat Arab yang pastinya berbeda di Malaysia.. Belajar situasi dan menghadapi kerenah masyarakat yang sesetengahnya kasar dan bukan bersopan santun seperti rakyat Malaysia..Orang Arab juga suka memandang rendah kepada pelajar-pelajar Asia tambahan di negara maju seperti Jordan..ini cerita senior ok,aku tak pergi Jordan lagi..

-Aku boleh belajar berdikari dan mematangkan hidup dengan pengalaman menguruskan diri di sana... Perabot di rumah sewa perlu dibeli setibanya di sana,masak sendiri...Kalau nak pergi kelas pandailah  cari coaster(bas mini)...Cuti semester pula boleh pergi bertalaqqi di Yaman,Mesir ataupun sekitar Jordan..

Haa kan untung daripada duduk Malaysia cuti semester nganga kat rumah saja...Tapi banyak je pondok turath untuk ditadah ilmu agama daripada tok-tok guru...Cuma peluang bertalaqqi dalam bahasa Arab dengan syeikh-syeikh besar susah nak dapat(memang tak dapat pun) di Malaysia la..

-Peluang kerja??InsyaAllah orang yang belajar agama banyak jalan untuk dapat kerja..Aku prefer Syari'ah pengkhususan Fiqh Wal Usul untuk belajar di Jordan dan untuk kerja,aku boleh apply untuk jadi editor Syari'ah syarikat-syarikat buku besar ,ataupun jadi selebriti tv (haha!) atau boleh apply kerja bank sebagai syari'ah Advisor..

Kalau score pointer tinggi mungkin akan ditaja oleh syarikat-syarikat besar antarabangsa untuk bekerja, contohnya Ustaz Hasrizal Abd.Jamil yang ditaja Abu Dhabi Foundation untuk jadi Minister of Religion di Ireland...Boleh juga sambung master (yang aku prefer di Mesir) dalam pengkhususan Fiqh Mu'amalat untuk kerja di bank,atau Qanun Syari'ah untuk kerja dalam bidang undang-undang dan banyak lagilah..

Itu sedikit sebanyak kenapa aku teringin sangat nak ke Jordan..Tapi harapan itu hancur setelah tak dapat keizinan daripada  Big Boss dan Big Mama...Hati menangis jugak walaupun muka bengis..hehe apa boleh buat, tak ada rezeki sekarang,mungkin lain kali..Tak ada peluang hari ini,mungkin lain hari...

Sahabat-sahabat yang tak ada peluang fly ke oversea juga,jangan sedih jangan kecewa... Biarlah mereka yang dapat rezeki itu bajet hot untuk sementara...haha di oversea tak semestinya terbaik..MARA kena bayar balik,tak score pointer kena tarik bantuan pinjaman...JPA ada kontrak kerja dengan kerajaan...Yayasan dan zakat pun sama,tak score kena tarik balik...Risiko untuk mereka tetap ada..

teringin nak buat bungee jumping macam lembu ni~
Pergi ke oversea bukan kerana kemasyhuran,bukan kerana nak bajet hot dengan orang kampung.. Balik bawa manfaat pada ummat..US,UK,Jordan,Mesir atau mana saja,amanah yang kamu tanggung kalau pergi dengan biasiswa bukan senang..Duit itu duit rakyat yang dibelanjakan untuk belajar,kalau guna untuk berjoli tunggu saja balasan tiada keberkatan dalam perjalanan study kamu di oversea..

Yang study di Malaysia, bukan bermaksud kita tak mampu jadi lebih baik daripada mereka..Bahkan peluang kita untuk menonjol lebih baik daripada mereka terbuka luas daripada mereka..Mungkin kita tidak boleh main salji,naik unta,buat istana pasir di gurun sahara,tangkap gambar tengah bungee jumping di New Zealand,atau pacak bendera Malaysia atas menara Pisa...Tetapi yakinlah dengan sabar dan redho, lipat gandakan kerjabuat dan usaha agar perjalanan kita untuk menyumbang kepada ummat tidak jadi sia-sia..

Study di oversea bukan bermakna kamu terbaik,dan tidak membuktikan kamu itu umpama helang yang gagah perkasa..Apa guna jadi helang kalau sombong tak mahu membimbing pipit-pipit yang baru belajar terbang..Study di Malaysia bukan bermakna hina...Mungkin kita belum cukup bersedia untuk menghadapi cabaran hidup di luar negara,maka kita perlukan latihan untuk belajar hidup sebagai remaja dan mahasiswa di Malaysia..

Banyak sumbangan kita boleh lakukan,melawat guru-guru sekolah dahulu,buat kerja amal,sertai program kepimpinan,latih karisma dan kredibiliti diri dengan kerja kumpulan dan paling penting,faham apa tujuan kita belajar...Bukan sekadar segulung ijazah atau sekeping gambar pakai jubah graduasi untuk diframe dan digantung di ruang tamu,tetapi menuju matlamat yang mesti ada dalam diri kita,memberi manfaat untuk umat manusia...

Belajar kalau tak ada matlamat,tak ada minat,yang dicari hanya populariti atau sensasi,maka buang duit dan buang masa saja terbang tinggi ke oversea...sama di Malaysia,belajar kerana putus asa,lemah semangat atau menyesal sebab tak dapat pergi oversea,maka tidak akan ada kemajuan dalam diri kita untuk berjaya..Kita memang lemah untuk memahami susunan perjalanan hidup yang diatur Tuhan,tetapi sampai bila hendak patah hati dan menganggap kita lebih tahu apa yang terbaik untuk kita berbanding Tuhan kita??

Tunggu sahaja waktu kemenangan,ia pasti akan tiba..Orang beriman itu pasti tetap yakin dengan harapan dan usaha yang disandarkan kepada Tuhan...Adakah kita golongan yang beriman??

"Dan ada lagi karunia yang lain yang kamu sukai,(yaitu)pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya)..Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang-orang yang beriman" [As-Saff:13]

-wallahu'alam-


16 May 2013

Interview;From IPG to Yayasan Islam With Love

-Bismillahirrahmanirrahim-

Kebiasaan orang yang pergi interview,mesti akan teruja untuk mengupdate segala jenis pengalaman yang beliau dapat semasa interview..Maka begitu juga diri ini,dan kali ini artikel berada di bawah tahap formal... Jadi santai sahajalah bahasanya ok....

PROLOG

Setelah membaca status-status kawan-kawan lain di Facebook,dapat interview tu,dapat offer ni,pergi sana, pergi sini,timbullah bibit-bibit kejelesan keteramatan terhadap mereka-mereka...Sekali baca dah tahu bajetnya status ni,padahal baru interview....Ironinya sakit hati sebab nampak macam mereka tu berlagak saja ,haha lupa bahawa rezeki masing-masing Tuhan dah tetapkan...

Ya,rezeki masing-masing Tuhan dah tentukan sebenarnya...

IPG LEMBAH PANTAI

Tanggal 13/5 terpanggillah aku ke satu temuduga yang memang tidak mengharap dapat pun..IPG KAMPUS BAHASA MELAYU,KURSUS TESL,UJIAN INSAK pukul 8,TEMUDUGA pukul 10.45...Aku berusaha sedaya upaya tak mahu pergi kerana jauh sangat daripada negeri aku yang tercinta ini.. Letih berjalan satu hal,tak minat sangat satu hal..

Tempat interview aku di Kampus Bahasa Melayu,depan sikit daripada IPG ni
Tapi Mak dan Abah aku punyalah struggle untuk suruh aku pergi..Siap set dengan segala jurai keturunan saudara-mara aku kat KL tu...Nak tidur rumah siapa,nak menumpang singgah rumah siapa,nak tanya jalan rumah siapa,nak beli makan kat kedai siapa,nak bergossip mengumpat rumah siapa,siapa nak tolong hantar, siapa nak tolong tunjuk jalan,siapa yang tahu IPG tu..ok agak melambak..

Akhirnya ditetapkan Bapa saudara aku ataupun senang panggil Pak Lang la yang akan drive menghantar aku bersama emak kesayangan daku...Dalam keadaan tak ada mood,tak mahu,meluat, tak minat(borang IPG pun mak aku isi tahu!,sebab masa mula-mula aku isi mak kata tulisan buruk,nanti kena reject =='),aku bertolak dari Kedah ke KL...

Kenapa aku tak mahu IPG???
-aku kachiwa merana dengan cadangan pertama yang aku usul kepada ibu bapa aku iaitu nak fly ke overseas ditolak mentah muntah
-aku agak rigid dengan cikgu ni,sebab mungkin tengok seksanya bekas cikgu-cikgu aku dulu bekerja,tak sanggup...haha
-Cikgu bukanlah cita-cita utama aku sekarang,walaupun masa sekolah rendah dulu bukan main semangat nak jadi cikgu
-Sebenarnya bukan aku tak mahu,bila tengok elaun yang lumayan dan jaminan kerja agak tertarik jugak, tapi rasanya kerja sebagai cikgu sekolah bukan taste aku...ceh berlagak!

Jadi pergi jugalah dalam keadaan tak ada kawan interview sekali..kesunyian saja...Oleh sebab aku diajar supaya jangan sombong dan berlagak cool,maka aku menyapalah seorang dua budak lelaki yang aku jumpa masa interview...Tak sangka ada jugak kawan daripada SBPI Sabak Bernam yang aku jumpa masa kem EasyMath dulu...Boleh bawa bersembang..Bakal cikgu tak boleh sombong dengan orang tahu!

Sekarang masuklah point utama iaitu temuduga..Panjang bebenor intro...Ok Temuduganya simple dan ringkas sahaja,ujian INSAK memerlukan psikologi ketika memilih jawapan...Macam soalan sivik saja.. Nampak sama tapi bukan dia...Jawab INSAK perlu dengan sikap ataupun attitude serta pemikiran sebagai seorang bakal guru ok...Kalau jawab dengan jujur agaknya memang banyak percanggahanlah..haha

Soalan ada 135 dan perlu dijawab dalam masa 1/2 jam...Semua objektif...Fikir jawapan terbaik sebab ada dua pilihan saja tetapi yang membezakan adalah satu jawapan itu menggambarkan sikap dan perangai sebenar kita orang biasa ,satu jawapan lagi adalah gambaran sikap yang perlu ada pada seorang guru.. Mestilah ada perbezaan tak??

Kemudian format untuk temuduga tahun ini berubah,tidak ada lagi temuduga individu,cuma group discussion..Ini yang paling menarik hati aku sebab aku tak bersedia apa-apa pun untuk temuduga ini.. Cuma prepare untuk cakap saja..haha Falsafah Pendidikan,Pengarah Pelajaran,PPSMI,1Murid 1Sukan tu semua aku tak baca pun..Cuma buat revision tentang isu-isu semasa(sebenarnya tak pun ) jugalah...

Group discussion pertamanya dia akan suruh kita terangkan latar belakang...Kemudian diberi satu daripada 8 tajuk video dan ditayangkan...Kemudian kita akan berhujah mengikut apa yang panel persoalkan berdasarkan video tersebut..

Kumpulan aku diberi peluang untuk memilih,maka kami pilih tajuk 'Sayangi Ibubapa'...Senang nak spin dan berhujah...haha antara tajuk lain adalah MBMMBI,Kokurikulum,Guru di Pedalaman dan tak ingatlah yang selebihnya....Oleh kerana semua orang dalam group aku memilih kursus TESL jadi kami kena skeaping speaking semasa berhujah..Untuk kursus Math,Science dan lain-lain group discussion dalam bahasa Melayu...P.Islam ada Bahasa Arab siki..Rezeki kami dapat panel yang sempoi dan tidak mentensionkan langsung sesi temuduga yang berlangsung hampir sejam...

Peluang untuk lelaki mendapat tempat di IPG adalah lebih cerah kerana kuotanya lebih banyak...Di tempat interview aku,dalam kursus TESL cuma terdapat 5 orang sahaja lelaki dan selebihnya perempuan berjumlah dalam 20 orang..Haa sebab itu masa group discussion kumpulan aku cuma 2 orang lelaki dan 5 orang perempuan...Jadi oleh kerana dasar perempuan mereka perlu struggle lebih untuk dapatkan tempat, perempuan lebih aktif menjawab dan berbalas hujah berbanding lelaki yang pemalu ini...haha

Antara soalan panel ;
-Why most of men doesn't know how to express their feeling??
-What men has advantage in then women??
-Which is better,men or women??
-Why we must love our parents??
-Why some people said that men doesn't show their feeling in front of people??
-How did you as a teacher, be a parents to your students??
-Can you suggest how to overcome most of students problems in your class??
-What your opinion about teaching job??
-Why you want to be a teacher??

Oleh kerana di sekolah dulu dah ada pengalaman berhujah tentang isu lelaki dan perempuan, maka agak mudah nak kemukakan pendapat..Alhamdulillah atas rezeki ini...Perempuan lagi aktif dan fluent dalam group aku...Tapi sebagai gentleman takkan mudah aku mengalah..Kalau nak argue pendapat sesiapa, perlu kemukakan hujah kita,kalau nak setuju/agree,kena cakap kenapa kita setuju...

Tak boleh sepatah saja cakap..Dan galakkan diri untuk jadi first person to talk so that you can get a higher mark.. Dilarang memotong atau menyampuk ketika orang lain bercakap,don't ever feel like a boss...Jangan tunggu panel suruh bercakap baru bercakap memang outlah kamu..Cakap jangan fikir baik ke buruk ke betul ke salah ke just talk!!tapi kena la rasional jangan melampau merapu pulak..Panel ada bagi kertas tapi tak suruh buat apa-apa pun..Kalau ini terjadi tak payah usik kertas tu atau main pen, duduk sopan molek macam pengantin..

Kalau ditawarkan untuk masuk,elaun satu semester(6 bulan) lebih kurang RM4000++ menjadikan sebulan dalam RM800..banyak tu...Kaya eden dan boleh joli selalu Jangan pandang rendah kat cikgu..hehe Kursus Ijazah Perguruan ini memang mendapat jaminan kerja iaitu akan ditempatkan di sekolah rendah,yang mana memang aku tak nak =P tapi boleh sambung master untuk jadi lecturer di universiti...

YAYASAN ISLAM NEGERI KEDAH

Sehari sebelum interview IPG,aku mendapat panggilan daripada YINK,katanya tahniah,anda berjaya untuk temuduga pinjaman pelajaran Yayasan Islam...Masa tu aku yang hampir putus harapan untuk ke Jordan terasa mentari sudi menyinar jiwa aku yang sedang diselubungi pekat gelap..ceh over...

Maka aku set dalam kepala hotak aku supaya untuk bersedia dengan temuduga ini sebab ia dijalankan dalam dua bahasa,B.Melayu dan B.Arab...Aku dikehendaki hadir pada hari Rabu..IPG hari Isnin.. Untuk convert daripada BI ke BA,memang piawww lah...Namun cuba jugak sedaya upaya memandangkan yang kena revise adalah biodata atau latarbelakang sahaja untuk diterangkan dalam Bahasa Arab...

Kakak yang jaga kaunter comel ramah orangnya..err kata kawan aku
Aku datang dengan kawan pada pukul 3.00 petang dan mendapat giliran no.31..Temuduga bermula sejak pagi lagi...Sebelum tiba giliran aku asyik melawak dengan kawan saja,macam tak ada apa-apa...haha tapi kena alert juga bila kena masuk sebab dia tak akan panggil melainkan kita masuk sendiri...

Masuk biasalah,perlu ketuk pintu,bagi salam dan jangan duduk selagi dia tak suruh duduk..Tapi tak sampai  dua saat pun berdiri kat depan meja mesyuarat tu kita dah boleh duduk...Temuduga Yayasan Islam ini adalah temuduga individu,which is kita akan disoal satu persatu oleh panel yang ketika aku masuk berjumlah 4 orang...Muka sorang-sorang psiko nak mati,tapi kita perlu rileks dan senyum selalu..Antara soalan mereka :
-Soalan basic tentang diri,nama,sekolah,gaji ibubapa,bilangan adik-beradik(BM)
-Kamu ada baca paper??Terangkan pasal isu semasa...Hmmm terangkan pasal Lahad Datu..
-Apa pandangan kamu tentang politik negara kita??Dari segi ekonomi,sosial dan lain-lain
-Kamu dapat mana info tentang projek IC Mahathir ni?? (betapa beraninya aku masa tu,aku jawab dari media sosial tuan)
-Kamu kata berlaku pembunuhan kanak-kanak di Selangor,sapa nama kanak-kanak tu?? (habis aku.. aku diam saja...huhu)
-Kamu tak ambil apa-apa kursus Bahasa Arab ke??
-Terangkan latarbelakang kamu dalam Bahasa Arab

Saat ini dia tanya sepatah aku jawab sepatah..Simple sangat sesinya..Kalau kamu yang lain dapat interview Yayasan Islam ni jangan jawab macam akulah..Dengan Bahasa Arab berterabur, gagap time nak keluar dalil Al-Quran konon nak tunjuk hebat  ,tapi salah sorang panel tu angguk je...Hebat juga aku boleh bagi dia faham...haha

Sila spinkan jawapan anda bagi nampak berkarisma..Contohnya kalau dia tanya ambil apa-apa kursus Bahasa Arab??Jawablah saya tak ambil apa-apa kursus tapi insyaAllah kalau dapat tawaran yayasan Islam saya akan berkursus di mana-mana tempat yang menawarkan..Ada juga dia psiko "kenapa kamu nak ke Jordan","kalau kamu gagal masa exam nanti macam mana??","terangkan sikit pasal Fiqh dalam bahasa Arab", "Kalau kamu dapat MARA macam mana??"....Aku menunggu soalan tu sebenarnya tapi tak datang pulak.. hadoyy

Untuk kuota Pengajian Islam di Jordan dia ambil dalam 25 orang...Yang datang dalam 31 orang jadi peluang nak dapat tu agak besar walaupun aku punya sesi interview macam hapa lagi.. Sebenarnya aku dah hampir putus harapan jugak nak pergi interview ni sebab mak dan abah aku tak support,"mereka kata tak payah lah", "tak cukup pun duit tu","kan dah tutup buku pasal Jordan"..

Tapi atas dasar manusia ini masih punya hati,aku masih mencuba dengan doa moga-moga lulus temuduga dan dapat bantuan pelajaran,serta dapat jugak aku tackle mak dan abah aku...Susah bebenor nak bagi orang tua faham,err bukanlah nak derhaka..Tapi kita masih ada hak untuk menentukan jalan masa depan kita cuma mungkin kerisauan berlebihan orang tua ni,yelah awak tu kecik lagi,janggut baru sehelai dua,masak nasik pun tak reti macam mana nak hidup kat negara orang tu...

Apa-apa pun,moga artikel ini bermanfaat...Kita yang nak belajar,kita yang nak bekerja, kita yang nak hidup, jadi pilih yang terbaik untuk diri kita...Kalau setakat bekerja dan cari makan,lembu ayam itik kambing pun macam tu...Jadi pilih yang mampu beri manfaat untuk kita di dunia dan sampai surga... Ibu bapa cuma boleh membantu mencadang,tetapi bukan mereka sepenuhnya 100% yang menentukan.. Perlu sedar, era kita dan mereka sudah berubah,mereka kadangkala memberi pendapat berdasarkan perspektif mereka tanpa memikirkan kita ni boleh hidup ke tak dengan  pilihan mereka..

Moga-moga dikurniakan apa yang terbaik untuk diri ini,mungkin bukan rezeki di Jordan,siapa tahu jodoh di IPG lebih baik...Atau mungkin tempat lain,sebab UPU belum keluar lagi (masa ni)...Apa-apapun, jangan berhenti berlari!

-Wallahu'alam-

10 May 2013

Karena Pelangi itu Hanya Sekadar Ilusi

~BismilahirRahmanirRahim~

Semakin diri ini meningkat dewasa,semakin dekat realiti dengan diri kita..Hari demi hari yang berlalu,bukan sekadar untuk dibiarkan dengan angan-angan,tetapi usaha dan gerak kerja untuk mencapai impian.. Hakikatnya,dunia ini tidak semudah apa yang ketika kita budak-budak dahulu cuba bayangkan..Namun penuh cubaan,cabaran dan dugaan sepanjang perjalanan membumikan impian..

Apabila menghadapi ujian,kita pernah mengadu,atau mencari kekuatan untuk membangkitkan kembali semangat setelah jatuh kelemahan..Terkadang apabila kita memberitahu,seringkali kita dihidangkan dengan bait-bait kata harapan dan kepercayaan..Popularnya ayat di sebalik hujan yang Tuhan turunkan,ada pelangi yang bakal menyinar..

Atau apabila ditirutampal [baca:copypaste] ayatnya begini :

"Kadangkala Allah sembunyikan matahari, Dia datangkan petir dan kilat.. kita menangis dan tertanya-tanya, kemana hilangnya sinar... rupa-rupanya Allah nak hadiahkan kita pelangi"

Pelangi..Kita sering ternanti..Sering terpana tertawan dengan sinar indah bervariasi dengan warna...Kita semestinya,termasuk dalam kalangan mereka yang sering mengejar pelangi..Hari-hari yang cerah nyaman tenang bukan tersedia untuk kita setiap masa..Kita sentiasa meletakkan sangka baik kita bahawa akan munculnya pelangi...

Namun pernahkah kita terfikir,bahawa kadangkala pelangi itu bukan terbaik yang Tuhan sediakan untuk kita??

Pelangi...Kewujudan sebenarnya hanya ilusi..Tidak dapat disentuh,cuma dapat dibentuk imejnya melalui kornea...Kita terkadang terkaku melihat...Gabungan prisma warna menawan...Kalau kita cuba menggapai pelangi,apa yang disentuh tangan hanyalah bayangan warna...Kalau kita cuba mengejar,seakan-akan pelangi itu akan lebih berlari jauh daripada kita...


Kita terlupa matahari...Realiti yang sering menyinari hari-hari kita..Dan pelangi itu sendiri wujud kerana bantuan daripada matahari...Matahari yang membiaskan cahayanya membentuk gabungan warna pelangi...
 Kita terkadang bencikan matahari..Hangat terik sinarnya membakar sel-sel diri..Kita mengeluh dengan tugas matahari....Kita kadang memarahi tanpa disedari...

Tetapi kita tidak sedar,sebenarnya Tuhan sudah menyediakan matahari...kenapa perlu menanti pelangi??

Metafora ini adalah untuk kita menerima hakikat,terkadang kita bersangka apa yang kita terbaik untuk kita itu sememangnya terbaik untuk kita...Namun apabila tidak dapat kita mencapainya,kita menganggap mungkin ada yang indah untuk kita...Tetapi apabila realiti sebenar yang kita dapat,bukanlah apa yang kita impikan, malah kita tidak pernah terfikir pun hendak menghargai ia sebagai pemberian,bahkan memberontak menolak pemberian itu samaada sembunyi atau terang-terangan,bagaimana hendak menyifatkan hikmah itu sebagai pelangi??

Pelangi itu indah,namun tidak nyata,ilusi dan imejnya tidak membumi..Matahari itu realiti,walau sifatnya membakar dengan sinar hangat terik,seringkali melelahkan,seringkali memeluhkan,seringkali membuat kita rimas dengan pantulan cahaya Ultraviolet yang ditapis oleh ozon itu..Namun kita perlu menerima tanpanya, kita tidak boleh meneruskan tugasan..

Tanpanya,hidupan di bumi ini cuma membeku kesejukan..Tanpanya, kita cuma malap ditelan kegelapan..Tanpanya,pelbagai proses untuk menyambung nyawa,respirasi, fotosintesis, pencahayaan, pendebungaan, semua itu akan terhenti...

Dan realiti sebenar apa yang terjadi dalam kehidupan kita,adalah kita perlu yakin dengan kesetiaan matahari,bukan menanti pelangi...Walau kenyataan yang berlaku membakar jiwa kita, menusuk terik hati kita, melelahkan diri kita,memeluhkan semangat kita untuk menerima...Pemberontakan di dalam jiwa terkadang mahu melenyapkan sahaja peranan matahari,biar pelangi sahaja mewarnai hidup kita..

Tetapi andai diselami,didalami dan dialami dengan mata hati dan mindset Tauhid,maka kita dapat tahu kenyataan sepanas dan seterik matahari itu sebenarnya sumber kekuatan kita untuk meneruskan kehidupan...Sumber kegunaan kita pada masa hadapan..Sumber tenaga kita untuk mempersenyawakan keyakinan kepada Tuhan...walaupun ia tidak seindah pelangi...

Matahari itu setia,selepas hujan dia tetap menyinari,tidak hujan dia tetap memancar,bahkan dia sanggup memberi laluan untuk hujan,pelangi,bulan dan malam memberi peranan..Tetapi dia tidak merajuk walaupun kehadirannya terkadang dianggap menyusahkan kehidupan...Matahari terus bersinar dan menyinar...


Oleh itu di dalam kehidupan ini,jangan hanya dinanti keputusan seindah pelangi,tetapi tetaplah setia dengan sinar matahari,kerana pelangi hanya ilusi indah yang dibina dengan angan-angan tanpa realiti, tetapi matahari adalah hakikat penilaian bagaimana penerimaan kita terhadap ketentuan Tuhan..Tidak semua Dia sediakan kenyataan seindah pelangi,tetapi Dia memberi keputusan seterik matahari...Kerana Dia lebih Mengetahui, bahawa apa yang terbaik untuk realiti...

Matahari,bukan pelangi...

#Diharap metafora ini mampu memahamkan anda semua tentang hakikat bahawa apa yang berlaku dalam hidup ini bukan semua seindah pelangi...Apabila datang keputusan yang bukan atas kehendak kita, kita kadang-kadang berbelah bahagi hendak menerima dengan tabah dan redho dan syukur..

 Kita menganggap keputusan itu seperti matahari,menyusahkan,panas,terik,hangat..Tetapi kita terlupa tanpanya kita mati, tanpanya kita beku,tanpanya kita tak mampu berdiri meneruskan kehidupan...

Saya menulis artikel ini,atas hakikat yang terpaksa saya terima,tidak dapat menyambung pelajaran ke Jordan kerana tiada restu daripada ibu dan abah...Namun tawaran yang datang kepada saya selepas itu bukan semuanya seindah pelangi,semuanya saya tak hendak..Saya bagaikan putus asa dengan hakikat yang terpaksa dalam rela ini..

Namun saya cuba bangkit untuk meyakini bahawa jika menunggu untuk pelangi,kita hanya terperangkap dengan ilusi..Jadi bangkitlah,yakin dengan matahari,pemberian Tuhan yang jarang kita syukuri,namun kebaikan yang terdapat dalam fungsinya membawa rahmat kepada sekalian hidupan di alam ini...

The sun is wonderful, it can make even the dirt shine-Tendou Souji
Jangan hanya mengharap keindahan dalam hidup kita,cuba sedaya upaya untuk menerima apa jua keputusan Tuhan,pahit atau pedih,sakit atau perit,sebenarnya seperti matahari yang punya 1001 fungsi dan kebaikan di sebalik keterikan dan kehangatan yang disediakannya...

Kita cuma mampu meneruskan kehidupan ini dengan matahari,bukan mengharap dapat menggapai pelangi..

Bangkit,dan jangan berhenti berlari.....

-Wallahu'alam-

01 May 2013

Cerkon ; Tuhan Berikan Aku Cinta

Azkar melepaskan lelah,penat tubuhnya menanggung beban ujian Tuhan sebentar tadi...Tidak mampu untuk berkata apa-apa,dia menyandarkan diri di atas kusyen sofa di hadapan ruang tamu... Pandangannya dihalakan jauh ke hadapan,kemudian memejamkan mata menahan sakit yang baru sahaja dia rasa..

**************************

"Maaflah,saya rasa hubungan kita selama ini sebenarnya tertipu dengan solekan agama,sebenarnya kita berdua sedang bermain hati dengan imaginasi cinta yang tidak sepatutnya"

"Tapi Azfar,apa saja yang kita buat??Setakat ini cuma buku-buku agama sahaja saya bagi sebagai persediaan untuk awak menjadi pelengkap tulang rusuk saya"

"Azkar,saya terasa seperti kita masih bermaksiat walau apa yang kita buat ini tampak berlandaskan syari'at.Saya terbayang keindahan-keindahan yang tidak sepatutnya sedangkan kita masih belum halal bersama"

Azkar diam..Tertunduk wajahnya ke bumi mengenangkan dia juga pernah merasakan yang sama. Zina hati berlaku padanya apabila membayangkan yang bukan-bukan yang boleh dilakukannya dengan Azfar.Dia sudah tidak punya ayat untuk berbicara.

"Azkar,setakat ini sahaja kita berhubung,selepas ini harapnya jangan lagi ganggu saya.Namun ini bukan pengakhiran,tetapi saya mahu hubungan kita lebih terjaga,agar bila tiba waktunya hubungan ini mampu menjamin bahagia"

Azkar menyorot langkah Azfar dengan matanya.Mukanya kosong tanpa makna.Wajahnya tidak bereaksi mendengar kata putus Azfar terhadap hubungan mereka.Dia kemudian  mengetap bibir menahan amarah agar mampu mengawal diri untuk bertindak rasional.

*******************************

Dia pergi ke kelas dalam keadaan jiwanya tidak bermaya.Duduk sahaja di kerusinya,dia menyedari rakan-rakan sekelas yang lain sedang memerhatikannya.Pelik,apa yang begitu menarik perhatian mereka pada dirinya??

Dia kemudian memandang laci meja yang terdapat sekeping gambar beserta nota kecil.

Terkejut dengan visual di gambar itu,ditambah lagi dengan renjatan yang menyentap jantungnya apabila membaca nota itu.

"Saya berharap hubungan kita berkekalan hingga ke surga,dan saya mahu terus menjadi bidadari yang melengkapi hidup awak"-Aqeelah

Apa ertinya semua ini??Gambar dia dan Aqeelah berdua??Dia tersenyum mesra manakala Aqeelah merapati tubuhnya tersenyum gedik dan tangan melakukan simbol 'peace'...Tetapi bilakah.......

Akhirnya memori Azkar berputar mengingatkan peristiwa dia dan Aqeelah berdua bergambar untuk majalah sebagai ahli Pasukan Pidato Universiti.Tika itu,Aqeelah begitu mesra untuk bergambar dengannya,malahan beraksi bagai mereka berdua pasangan bahagia..

Azkar tertunduk malu dan berjalan keluar daripada kelas sambil merasakan tindakan Aqeelah ini sebenarnya mengundang fitnah yang keterlaluan.Apa pula kata Azfar nanti..Dia tahu Aqeelah juga tahu hubungan Azkar dan Azfar sebagai pasangan tunang.Namun nyata Aqeelah terpedaya dengan bisikan nurani agar bertindak menyelit menimbulkan konflik di tengah jalan hidupnya ini.

Ujian apakah ini?Di kala permohonan untuk bermesra dengan Azfar ditolak, Aqeelah membuka tawaran padanya??

******************************

Mengenangkan dua peristiwa yang berlaku tadi,cukup membuatkan jiwanya berselirat dengan simpulan dan benang-benang serabut yang menganggu ketenangan..Dia jatuh lemah tidak bermaya di atas sofa itu...Kerja-kerja persatuan masih lagi tidak selesai,assignment kuliah yang melambak di laptopnya,kini ditambah peribadinya yang dicop teruk oleh orang sekeliling.

Dia teringat dialog yang bermain di mulut mereka tadi.

"Eh,tu Azkar,tak sangka dia gedik sampai tangkap gambar macam tu dengan Aqeelah"

"Kesian Azfar..Patutnya putuskan saja pertunangan dengan Azkar tu..Dah tahu lelaki jenis tak boleh pakai"

"Boleh la aku tackle Azfar lepas ni..Aku dah banyak kali cakap Azkar tu tak boleh pakai kat dia..Tapi tak mahu percaya"

Telinganya bagai mahu dipotong sahaja agar hilang pendengaran untuk menyerap ayat-ayat itu. Rupa-rupanya dia sedar sekarang bercinta itu bukan semudah fantasi novel cinta yang dia sering baca.Sering mengundang pintu fitnah dan pintu ujian terbuka.Dia tidak mampu berfikir normal untuk tindakannya selepas ini.Jiwanya kacau dan berserabut.

Dia menundukkan kepala dan berfikir sejenak,mengingati pertemuannya dengan sahabat baiknya dahulu..

***********************************
"Aku rasa nak ambil Azfar sebagai pasangan akulah"

"Oh sebab itu kau belikan novel Tuhan Jagakan Dia ni??Jarang kau baca novel tiba-tiba rajin pulak"

"Haha bukanlah.Aku nak bagi kat dia.Kau cakap novel ni mengambil inspirasi daripada kisah Rasulullah dan Saidatina Khadijah..Aku harap dia dapat faham maksud aku selepas bagi novel ni"

"Oh rupanya begitu...Hmm tak kisahlah..Tapi hati-hati,jangan tertipu dengan keindahan semasa bercinta ni..Tambah kamu dua tak kahwin lagi"

"Alah jangan risaulah...Setakat ni kami cuma berhubung bila perlu...Dan yang pasti aku rasa dia yang terbaik untuk aku"

"Haha berangan kau ni..Stabilkan diri kau..Susun jalan hidup kau dulu..Jangan ingat cinta ini semudah dan seindah novel-novel jiwang Azkar"

Azman menuturkan nasihat buat sahabatnya Azfar..Tampak begitu yakin rakannya hendak melamar Azfar..Dia tahu selama ini memang Azfar dan Azkar sering berhubung melalui sms,wechat dan facebook..Sekadar infonya,Azfar dan Azkar tidaklah berlebih-lebihan dalam berbahasa ketika mereka berdua berhubung..Cuma seperti hubungan kawan sahaja..

Namun dia khuatir impak yang tidak dijangka Azkar nanti,memandangkan Azkar mudah hanyut apabila berbicara dan berhubung dengan perempuan..Telefon sampai larut malam, apabila bersembang dengan Azman terkadang membayangkan imaginasi berlebihan..Kerana itu dia mengingatkan kepada Azkar supaya bersedia dengan pertahanan iman dan ilmu dalam dirinya dahulu..

******************************************

Seputar dialog itu di dalam rakaman otaknya,dia kini menerima kebenaran kata-kata Azman dahulu.. Sejak terpisah,dia cuma mampu berhubung secara telefon atau media sosial.. Dan seringkali berita tentang hubungannya dengan Azfar yang sering disampaikan kepada Azman.. Azman sahaja yang dia percaya untuk dicerita dan untuk diminta nasihat..

Namun kurang sekali dia mempraktik nasihat  Azman,agar bersedia dengan ujian yang bakal mendatang..Nyata dia masih lemah dalam dia berbangga dengan kebolehan dirinya dalam mendepani Azman dalam hal-hal cinta..

Dia terasa masih lemah dalam mengurus cinta...Cinta manusia,apatah lagi cinta Tuhannya..

Fitnah,umpatan dan seribu satu macam lagi andaian buruk dilemparkan kepada Azkar. Dikatakan kepadanya perasan bagus,mendekati zina,mengundang zina hati,main kayu tiga dan pelbagai lagi.
Dia terpaksa mengajak Azfar bertahan dengan serangan-serangan itu.. Nyata ada manusia suka melihat derita jiwa mereka berdua dengan menghebohkan hubungan mereka walau sedaya upaya cuba dirahsia..

Akhirnya Azfar mengambil tindakan drastik untuk mengelamkan hubungan mereka, entah untuk memberi petanda bahawa mereka sudah putus atau cuma melindungi  mereka daripada fitnah.. Namun datang pula Aqeelah,gadis yang meminati Azkar dalam diam namun sering dibisingkan hasratnya di kalangan rakan-rakannya..Aqeelah nyata mencabar Azkar agar menolak Azfar dan menerimanya..

Azkar membawa diri ke taman tasik untuk berehat mengambil angin..Awan mendung yang masih belum berarak memberi petanda hujan bakal turun,namun Azkar merasakan itu tidaklah memberi ribut berbanding cuaca di dalam jiwanya..

Dia berdiri menghadap kolam,melihat itik berenang-renang.Azkar menelefon Azman untuk berjumpa dengannya,agar mereka bisa berdepan dan dia mampu mencurah cuka yang bersiram di jiwanya supaya mampu diubati oleh kata-kata madu Azman. Sedang dia menunggu tiba-tiba telefon bimbitnya berdering,disangka Azman rupanya Aslam,rakan setugasnya dalam Badan Kepimpinan Siswa Universiti.

"Salam..Azkar??Saya ada mendengar khabar daripada orang lain bahawa kamu mempunyai hubungan dengan Aqeelah..Namun saya tidak terus mahu mempercayai itu..Tetapi apabila cerita bahawa kamu berdua sering berkhalwat di perpustakaan atas alasan latihan pidato,saya mula gundah..Betul atau tidak ni Azkar??"

Akhirnya kilat menyambar jiwanya yang mendung membuatkan dia terkaku tidak dapat berkata apa-apa..Nyata fitnah itu semakin berleluasa dan menyerang peribadi dan wibawanya..


Azfar menekan butang 'end-call' dan memasukkannya ke dalam poket..Tidak pernah rasanya dia menumpahkan air mata,namun gerimis yang mula turun menyertai titisan manik jernih yang tumpah daripada kolam matanya..Dia membiarkan air mata itu mengalir bersama aliran hujan gerimis di mukanya..

Dia buntu..Tidak tahu...Apa yang hendak dikata kepada Aqeelah??Apa yang hendak diberitahu Azfar??Apa tindakan yang paling tepat untuk dirinya sekarang??

Keindahan yang sering terbayang ketika mula-mula dia mengenali Azfar dahulu,kini hampir padam dengan ujian ini..Perjalanan cinta yang sedaya dibina atas landasan syari'at nyata tidak terlepas daripada gangguan makhluk bernama manusia.. Dia kini terasa lemah..

"Sabar Azkar..Kan aku dah kata,realiti tidak seindah novel cinta yang sering berfantasi dengan teori-teori cinta..Kau perlu belajar daripada semua ini,agar memperkuatkan diri dengan ilmu dan iman...Bukan ini tanda Tuhan benci...

Bukan juga tanda Azfar itu benci.. Dia meminta dalam kiasan supaya dirimu mengejar cinta Tuhan terlebih dahulu...Dia masih mengharapkan permulaan cinta daripada orang yang telah mencintai Rabbnya,supaya engkau Azkar,mampu membawa Azfar agar turut mencintaiNya"

Rupa-rupanya Azman berada di belakangnya,berpayung sambil menaungi dirinya daripada ditimpa hujan.

"Azman,aku nampaknya masih lemah dalam hal bercinta...Bercinta dengan Tuhan..."

Azkar menutur dalam kelat..

"Sebab itu Tuhan beri ujian ini,agar kau tahu Dia mencintaimu,dan Dia mahukan lebih lagi cinta darimu,dan dia ingin menjadikan kau orang yang mampu menyebarkan cinta Tuhan kepada orang sekelilingmu...Bukan sekadar orang yang berangan pasal cinta manusia tak kira masa...

Azkar mengesat air mata..Dan memeluk Azman..Azman menepuk bahu sahabatnya sambil berbisik perlahan kepada Azkar..

"Aku juga mencintaimu sebagai sahabat,selama ini aku risau kau terpesong ke jalan cinta tidak bermaruah.. cuma disolek dengan perbuatan agama..Nyata Tuhan lebih tahu apa yang patut dilakukan.. Jangan risau sahabat,hal dengan Aqeelah aku akan uruskan..Kau tinggal perlu faham hasrat Azfar dan mulakan langkah baru"

Azkar tersenyum mendengar kata itu..Dia memohon izin daripada Azman untuk beredar sambil mengubat jiwanya yang turut gerimis seperti hujan yang sedang tumpah dituang awan.Azman menurut dengan pandangan mata langkah sahabatnya yang tetap mahu berbasahan dalam hujan. Mungkin sahaja aliran hujan mampu menghanyutkan derita di jiwanya kini..

Azman berjalan ke arah koridor bangunan kedai yang terletak berdekatan dengan tasik.Kelihatan Azfar sedang menunggu bersama tiga orang lagi sahabatnya di dalam sebuah kedai makan..

"Terima kasih Azman,sebab sudi tolong sedarkan dia..Harapnya selepas ini hubungan kami hanya kerana Tuhan bukan lagi dipengaruhi nafsu dan keinginan jiwa remaja"

"Tak ada hal..Aku sahabat dia,dan sahabat pastinya perlu mengingatkan andai dia terleka atau terlupa"

Dan Azman memohon izin daripada Azfar dan rakan-rakannya untuk beredar,sambil tersenyum berdoa agar selepas ini,mereka benar-benar bercinta keranaNya...