04 August 2013

Kehidupan;Be Proud Where You Came From and Stay Fly!

~In the Name of Allah the Most Gracious the Most Merciful~

When I look at my SPM result,I feel like frustated because I did'nt achieve my target,which is straight A's.. Actually deep in myself I really not so confidence with my vision because based on my achievement from form 4,it is quite impossible to get the flying colours result..But meh,all of my friends have the same target, the teachers told us to shoot the same target,the principal keep babbling about the same target..How can I let myself not in the challenge?

I got moderate result because of moderate study and moderate pray to Lord..I try to figure out how to calm myself after seeing my friends,one by one is applying the scholars,MARA,JPA and what-so-ever they can do to grab the chance to fly to oversea..ME??Just watch and crying out loud in my heart..What can I apply with my result??

Oh yes..there is one I applied under JAIK and with education fund from Yayasan Islam Kedah..Course Syari'ah and Islamic Studies at Jordan..Once I felt very delighted because of the chance Lord givin' to me..But still my parents don't allow me..They worry to much about my expenditures if I go there..And yeah,it's normal..Without the guarantee fund from the Yayasan Islam,plus others news that they heard from their friend's lovely son and daughter that suffer from insufficient money to live there,they're very hard to let me flying without wings (cehh)..

And when I checked my UPU result,I got a place at UiTM Kedah,with my targeted course,LAW...So I'm between happy and sad,excited and depressed or being rejoiced or melancholy..I carry my frustated heart to UiTM...Departed from house,nothin' were come out from my mouth..Neither words nor comment doesn't voice out from my lips..Everything in that day was fully controlled with my parents that enjoyed with the offer...The university is nearby my house,and yet I get their expected course(also mine) plus I don't have to be at Jordan dying because doesn't have enough money to live...

I stand at the Merbok,feeling satisfy but like be in hell..Everything starting from the MDS is like "ughhh what the hell??" and when come into class "how can I  catch up with my new friends??" and "what??class repp.?? not again!!" (because so many times I feel suffer holding a post)..And I also feel like wanna goin' back to KI taking STPM...I still can continue in Law actually but still I manage to get better condition with better people there..Yeah that's my impressions towards UiTM Kedah and the people in there...Quite prejudice huh??

But then,the time pass by,and I've learnt a lot even I'm just havin' my time about 2 months there..For the sake of God,I've just feel the awesomeness in UiTM Kedah!(woah over)..The lecturers,the study, the library, the wifi,the friends,the scandals even the cafe's cashier are very pure awesomeness! Maybe there's somethin' like deficiency that UiTM Kedah have,but still I get to manage well my life here..

I was thinking I can't live without the bi'ah solehah,with friends prepared with tarbiah,their mouth always tazkirah and their songs always qasidah(even I don't always listening to qasidah)....But one day I stood still at the corridor and think that all that happen in between the timeline of my life now,everything was compiled well by Lord of the 'Alamin..

Coward butterfly never get out from the cocoon

Sometimes we think our former study place was the best,yeah it's normal when we boarding to new place... We still can't forget the oldies,that we laugh and cry and sing and study together..We can't forget the very nice one teachers that really care about us and sometimes treated us like his/her sons/daughter.. And the best thing we had in the oldschool was the moment we live and havin' fun with school life together with our boyfriends and girlfriends (please don't misunderstand this terms)...

But yet we still have a long journey to go..If we still stick with the old style,we don't have the civilisation in ourself..Just the old and remain old..Somehow we must accept change that happen in our timeline..If we only had happy time everyday in our life,how could we can survive if someday a big obstacles happen??

So Almighty Lord have prepared ourself in this young age,to face the hardness in life..To choose between the good and evil..to know and recognize what is bad and evil..To take the best among the best when making decision..

Whoever don't recognize what is sinister,he or she did not know how to escape from doin' bad meet evil thing...We can't always be angel,and we don't live in paradise..The path that Lord prepare for us is not as easy as fill in the blank when filling the UPU form..If we scare and can't have enough strength to destroy the wall of pain and shame  in our heart,then we are loser!Total loser!

Wake up from sleep..wake up from dreamin'..One place may not simply as nice as the old ones.. Nice bi'ah, friends with tarbiah,everyday with sunnah...But yet still we have to make a decision to be a daredevil.. Not a devil..a DARE DEVIL!

I'm blind,and I use my blindness to defeat evil-DareDevil

Dare devil will run from the hell life,escape from the vices,not joining to do the wicked things!When it comes to good deed,you are the first one who start it..And when it comes to bad deed,you are the one who avoid it..

And the most important among the importants,be happy for what you're doin' now..Don't let the past overshadowed yourself..Don't let the cowardness of being bad guy or mischief girl stopped you from tryin' to know the world better..Neither you are doctor,engineer,lawyer,teacher,philosopher or what-so-ever, nor you will departed for overseas studies,or just having a local studies,still you have to be proud and keep on goin' to stand still on your step to achieve your life's vision and mission!!

Keep calm and say,all is well! :)

#dedicated to all my oldschool friends,which I found most of us very scared about the new life in university and having so much misery when remembering about the moment in KI (sweet la kononnya)

03 August 2013

Destini;Terkena Kejutan di Tengah Jalan

~In the Name of Allah the Most Beneficient the Most Merciful~

"Kau ni dah kena culture shock ni"
"Eh kenapa??"

Dialog kenapa yang selalu nak ditanya kepada penuduh-penuduh sejati...Seakan-akan mereka diberi kuasa untuk menjadi polis yang menghukum orang ini sudah sesat dari jalan Tarbiah...Sedang tidak dilihat pada diri mereka itu apa yang patut diperbaiki,lebih suka mereka melihat kesilapan orang lain dan memperbesar-besarkan..

Kenapa dicop sebagai culture shock??

-Dulu senyap,sekarang dah bising
-Dulu tak menonjol,sekarang dah market
-Dulu blur,sekarang gangster
-Dulu malu-malu,sekarang dah boleh hangout

Boleh juga berlaku situasi ini :

-Dulu nakal,sekarang geng surau (insaf)
-Dulu suka Avenged Sevenfold,sekarang Ya Hanana
-Dulu suka maki,sekarang senyap kalau bersuara pun ayat ala-ala tazkirah
-Dulu suka mengorat,sekarang tunduk bila jumpa perempuan

Dan dua tiga ratus jenis lagi alasan-alasan lain ciptaan manusia...Pastinya orang yang terkena culture shock ini terjebak dalam salah satu antara dua situasi di atas,sama ada culture shock yang baik ataupun yang tak baik... Tapi yang pasti lidah manusia pasti menggulung ayat-ayat yang menyakitkan hati untuk didengar...

"Kau dah sosial lah sekarang"
"Ohh dah pandai berkaraoke sekarang ye"
"Dah jarang nampak muka kau kat surau sekarang"
"Ehh nak tunjuk baik la tu...Macam aku tak tahu kau macam mana kat sekolah dulu"
"Dia tu dulu selalu buat masalah....Jangan percaya sangat...Alim-alim kucing je tu"

Ketika di sekolah dulu,bila terdengar cerita bekas-bekas senior yang hanyut,playboy,so Sial,fesyen pelik- pelik,perangai lagi lah pelik,terfikir juga kenapa mereka ini tak istiqamah dalam mengamalkan tarbiah.. Tarbiah sepatutnya tidak ditinggalkan 'pakaian'nya tersangkut di locker asrama tapi perlu dipakai dan dibawa ke mana-mana...

Sering juga mempertikai keadaan dan menghukum diri mereka itu sudah hanyut dan jahat kerana meninggalkan sisa-sisa tarbiah yang mereka pelajari dan hayati suatu ketika dahulu.. Mereka sudah dianggap gagal dan terjelepuk jatuh di tengah jalan..

Namun ketika diri ini tercampak di bumi yang hanya dua tiga orang peneman tarbiah di dalam diri, tidak ada bi'ah solehah yang khusus untuk menghidupkan sunnah...Tidak ada badan dakwah yang aktif dalam menghidupkan semangat beramal soleh secara berjemaah...Bahkan ruang untuk bermaksiat dan lari daripada jalan Tuhan dibuka seluas-luasnya...

Ya lah,mana ada sangat orang yang nak ingatkan kalau kau tertinggal solat atau kau tak solat pun..Mana ada orang yang nak tegur kalau nampak kau berdua-duaan dengan bukan mahram..Tambahan lagi, tak ada orang yang nak offer diri menerangkan hukum-hukum dan fiqh remaja terutama dalam bab sosial dan cinta.. Kalau terjerumus dalam lembah cinta dusta pandai-pandailah berenang balik ke tepian..

Ada itu tetap ada,tetapi golongan itu tidak ramai...

Maka apabila duduk,biar duduk bersama orang-orang yang sudi ingatkan diri kepada Allah... Apabila berjalan,pastikan berjalan dengan orang-orang yang tahu syari'at Allah..Apabila bersembang, cari orang-orang yang mampu bercakap tentang perkara yang mengingatkan kepada Allah..Kalau tidak mampu sepanjang masa,cubalah sekali-sekala..

Setiap orang tidak sama,jangan menghukum semua orang perlu jadi macam kita
Jangan mudah menghukum orang lain culture shock,atau diri sendiri culture shock...Kita bukan di zaman sekolah yang mudah kita kenali perangai dan fe'el orang..Dahulu di sekolah kita dibesarkan dengan persekitaran yang sama dengan sahabat-sahabat kita,kini melangkah ke universiti,kita diperkenalkan pula dengan sahabat-sahabat yang pasti mempunyai sifat dan sikap yang berbeza,dan kita didedahkan dengan persekitaran baru yang nyata berbeza dengan sekolah dahulu...

Maka tidak perlu menuding jari dan meluruskan lidah sambil menggulung ayat : "Dia tu dah kena culture shock,hanyut dah dia tu"

Apa salahnya ambil sedikit masa untuk mengenali personaliti suspek culture shock kita.. Kenal gaya dia bagaimana...Di sekolah dahulu bagaimana..Persekitaran yang dia hidup selama ini bagaimana..Apa yang dia suka,apa yang dia benci...Fikrahnya benar,atau pegangannya salah dalam menentukan jalan hidupnya..

Dulu,di bumi itu,aku dididik supaya 'menghindar'kan muslimat...Sedaya upaya tidak bercakap,elak bila berjumpa,bila bergaul dilarang sama sekali ketawa,lagilah tak boleh kalau secara peribadi berhubung bermesra..

Di bumi itu,aku juga diajar supaya mengamalkan sunnah Rasulullah s.a.w..Selalu berjubah berserban di kepala..Tidak lekang Al-Quran dan ayat-ayat tazkirah...Tidak lupa ada liqa' memperingatkan sesama sahabat tentang hak-hak kepada Allah dan hak-hak kepada manusia..Dituntut supaya Hormat-menghormati sesama sahabat, guru,pengetua,makcik kantin,pakcik tukang kebun bahkan kepada kerani yang selalu jual ayam percik kat belakang asrama..

ah,sudah pasti bumi itu bukan bumi yang sempurna..Bumi itu cuma bumi bertuah,melahirkan insan berjiwa tabah...Pasti masih ada kelemahan dan kecacatan dalam proses mengajar dan mengamalkan tarbiah..Maka apabila ditakdirkan Allah untuk menapakkan kaki di bumi yang baharu,aku menyusun strategi supaya masih tidak hanyut namun pastinya tidak perlu mengulang sebijik sama macam di bumi itu..

Karena bumi baharu ini bukanlah bumi itu...Suasananya lain,bi'ahnya lain,orang sekelilingnya lain, tarbiahnya lain,fe'elnya lain,kegemarannya lain,flownya lain...Adakah perlu ikut semua trend yang menjadi kesukaan biasa orang-orang yang baru mengenal alam kebebasan daripada kekangan peraturan,warden dan asrama??

Orang couple,kita pun gatal  mencari couple...Orang dating,kita pun gedik cari pasangan ajak dating di tepi tasik biawak..Orang hangout,kita pun galak cari port-port menarik nak buat projek khas...Tak salah couple, tapi biar berlandas syari'at,hubungan jaga,banyakkan doa,tingkatkan usaha dalam nak memilik dan mendidik dia..

Tak salah dating,tapi kalau berdua-duaan,pasti membuka luas ruang untuk maksiat...Maka dating tukar jadi meeting,duduk biar dalam bilangan dan keadaan yang sedaya-upaya menutup pintu fitnah... Tak salah hangout,tapi kawal diri jangan overdose dengan keseronokan berjimba...

Culture shock mungkin boleh berlaku pada semua orang...Tapi biar kita tidak menjadi orang yang mudah menghukum dan menuduh orang lain culture shock...Lagi malang kalau kita ini suka bercerita yang orang lain sudah hanyut...Sedangkan kita masih belum lagi bermula untuk mengenali siapa suspek kita itu...

Pakaian tarbiah itu bukan hanya berserban berjubah,tetapi mendidik hati agar dekat dengan Rabbnya..

Acuan tarbiah itu tidak semesti dengan gaya manis-manis manja,tetapi dibentuk dengan ketegasan memelihara syariatnya..

Lepasan tarbiah itu,ayat-ayatnya tidak perlu tersusun bak ceramah atau tazkirah di masjid, tapi cukup untuk menyentuh jiwa-jiwa para pencari Tuhan..

Andai dia akhi yang memakai jeans,berkaraoke,bergaul rileks dengan semua orang,apa salahnya meletak husnuzhon bahawa dia adalah seorang yang sporting dalam diam..

Andai dia ukhti yang berjubah dalam cardigan,bershawl,suka bersembang  dengan semua orang,apa salahnya melekapkan sangka baik pada dirinya bahawa dia sebenarnya mudah mesra...
Harapan itu ada buat orang berdosa yg masih beriman

Ahh andai semua tempat hanya ada orang-orang yang tidak sudi bertegur sapa antara satu sama lain, hilanglah seri dalam mengenali fe'el manusia..Andai semua orang hanya tahu bercakap skema sambil suara rendah dan tak berapa nak melayan,hilanglah seni dalam bergaul dengan manusia...Andai semua orang hanya tahu lepak di bilik sambil online dan bertweet bukan-main-lagi-kaww(kat luar senyap sangat), hilanglah komunikasi berkesan dalam memahami hati manusia...kerana tidak semua yang disosialkan dalam laman sosial itu dapat menjadi indikator untuk meletakkan manusia itu jenis yang macam ini,atau yang macam itu..

Janganlah hidup didalam bayang-bayang sekolah dahulu hingga tak mampu bertahan dengan bahang perubahan gaya hidup sekarang...Biar diri tetap dengan gaya sekolah dahulu,cuma cara itu yang mungkin perlu berubah..Asalkan jangan biarkan diri itu hanyut ditenggelam arus hedonisme yang amat kuat dan dahsyat..

Yang tahu diri kita sebenarnya,hanya kita dan Tuhan kita..Semua orang boleh berubah,bezanya perubahan kepada kebaikan atau kejahatan,itu adalah pilihan kita..Culture shock mungkin boleh berlaku kepada sesiapa sahaja,tapi itu bukan tanda kita sudah di'buang' daripada jalan tarbawi Rabbi..

Tidak semua orang mampu menerima cara kita,maka tetaplah dengan cara kita selagi tidak menyebabkan iman kita binasa...Tidak semua orang mampu menyukai kita,maka tetaplah dengan gaya kita selagi mana orang yang membenci itu tidak sampai berpuluh beratus berjuta....Tidak semua orang mampu memahami diri kita,maka berilah ruang untuk mereka mengenali personaliti kita dan jangan cepat patah hati dan putus asa andai ada suara-suara yang sudah menghukum "KITA INI SUDAH HANYUT"..

Dunia ini terlalu luas untuk diterokai,dan manusia itu terlalu kompleks untuk difahami~

-Wallahu'alam-